• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Dansa Reggae dan Ska di Gasibu

BANDUNG– Puluhan band dari aliran musik reggae dan ska hadir pada Djarum Coklat Extra Bandung Berdanska Reggae di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, kemarin malam.

Lapangan Gasibu yang biasanya sepi aktivitas berubah menjadi lautan manusia. Ribuan kawula muda berdansa reggae atau akrab disebut skankin. Alunan musik yang cenderung ngebeatdengan tempo gebugan zembi tak bisa menghentikan antusiasme penonton untuk berdansa. Grup band Coffee Reggae Stone yang membawakan lagu Sendiri memanaskan penonton yang hadir sejak pagi. Penampilan kalem sang vokalis, Edo, memperlengkap konser ini.

“Sebuah lagu yang cukup akrab di belantika reggae Pasir Putih, kami persembahkan untuk masyarakat Bandung,” katanya. Usai Pasir Putih, Coffee Reggae Stone yang beranggotakan tujuh orang ini meramaikan konser lewat tembang Demon. Band dengan personel Edo (vokal), Nanu (gitar), Apid (gitar), Doris (bass), Omeh (zembi), Adi (drum), dan Indra (keyboard) menutup konser dengan penuh antusias.

Selesai band Reggae, Djarum Coklat Extra kembali menghipnotis penonton lewat band beraliran Ska Cocktail. Band ini tak mau kalah dengan band-band sebelumnya. Ska Cocktail menyuguhkan tembang yang cukup akrab di belantika musik Tanah Air, Kopi Dangdut. Konser ini juga menampilkan sederetan band di antaranya Skamigo, Injection, Skalie, Reregean, Momonon, dan The Paps.

Hingga penghujung malam tampil Steven Jam dan Don Lego. Rangkaian Bandung Berdanska reggae ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Dimulai oleh band hasil audisi seperti Rastaman Babylon, Sarhytm, Jay De Barista, Sunda Woles, dan Marmot Hitam. Acara juga diisi hiburan interaktif lain lengkap dengan bootproduk di sekeliling Gasibu. Owner M32 Yanyan Wahdanimar selaku penyelenggara acara mengatakan, konser ini sekaligus penampilan perdana 10 band reggae dan ska hasil audisi selama beberapa hari terakhir.

Ke-10 band tersebut merupakan hasil seleksi dari 119 grup band yang mendaftar audisi. Menurutnya, menyatukan dua genre musik tidaklah mudah. Apalagi, setiap genre memiliki komunitas sendiri. Melihat suksesnya acara menunjukkan kedua komunitas tersebut memiliki keinginan yang sama, yakni memajukan musik Indonesia. ● arif budianto

Popular content