• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Kla Project - 25 Tahun, Dua Konser Tunggal




(ki-ka) Adi Adrian, Katon Bagaskara, dan Romulo “Lilo” Radjadin, saat memberikan keterangan pers mengenai perayaan 25 tahun KLa Project di Planet Hollywood, Jakarta.

KLa Project akan menggelar dua konser tunggal pada bulan Juni dan November. KLa Project akan merayakan 25 tahun mereka berkarya di industri musik Tanah Air melalui dua konser tunggal dengan konsep berbeda, yakni elektronik dan akustik.

Katon, selaku vokalis KLa menjelaskan, KLa akan mempersiapkan beberapa konser tunggal yang akan ditangani tim KLa dan promotor profesional lain. Salah satunya konser tunggal di Tennis Indoor Senayan, pada 26 Juni mendatang, dengan menyajikan balutan musik elektro. Puncaknya adalah konser spesial di Jakarta Convention Center (JCC) pada 26 November 2013.

”Akan ada dua konser. Di Tennis Indoor Senayan, KLa Project akan menyuguhkan lagu-lagu dengan musik full band. Di JCC, pada November nanti kami akan menyajikan lagu-lagu berkonsep akustik, seperti di “KLakustik” beberapa tahun lalu,” ujar pemilik nama lengkap Ignatius Bagaskoro Katon tersebut seusai jumpa pers 25 tahun KLa Projectdi Planet Hollywood, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada 26 Juni nanti, konser KLa akan menyajikan genre musik pop dengan balutan elektronik. Menurut Lilo, itu merupakan konser terakhir mereka dalam aliran elektronik. Sebelumnya, KLa memang pernah membuat album genre tersebut. Namun, mulai 2014 KLa akan konsentrasi pada musik akustik semata. Sementara, berbicara konser spesial pada November, Katon menyatakan akan terdapat banyak kejutan.

Apa saja kejutan itu, menurut Katon, nantinya akan melibatkan tata panggung, cahaya, suara, multimedia dan aransemen baru. Menandai usia perak dalam berkarya, KLa yang beranggotakan Katon Bagaskara, Romulo “Lilo” Radjadin, dan Adi Adrian ini tidak pernah menyangka masih bisa berkarya hingga usia seperempat abad. Namun, mereka bertekad untuk tetap eksis dengan menelurkan karyakarya terbaru.

”Saat memulainya pada 1988, sambutannya cukup bagus dan mulusmulus saja. Bikin demo lagu, terus kita keterimauntuk rekaman. Kami pun tidak sadar, ternyata KLa Project sudah berusia 25 tahun. Kita enggak ada janji darah bahwa kita harus sampai 25 tahun. Semua mengalir apa adanya, tanpa ada paksaan,” kata sang keyboardistAdi.

Pria berkacamata ini pun bersyukur atas perjalanan karier yang telah mereka tempuh selama 25 tahun. ”Kami jalani ini semua dengan sukacita. Bermain dalam sebuah band adalah bagaimana saling mengapresiasi rekan-rekan yang tergabung dalam band itu, sepanjang kita bisa memberikan komplemen kepada sesama teman. Kalau enggak, kami sudah berhenti dari dulu,” katanya.

Selain saling mengapresiasi, Adi berpendapat, memberikan ruang bagi masing-masing rekan juga penting. Sebagai informasi, perjalanan awal karier KLa Project dimulai di daerah Tebet, Jakarta Selatan, pada 1988, dengan empat personel, yaitu Katon, Lilo, Adi, dan Ari Burhani. Sebagai band dengan sejarah panjang, KLa pun tidak terlepas dari bongkar-pasang personel.

Setelah Ari Burhani hengkang, pada 2001 Lilo sempat keluar, menyisakan Katon dan Adi. Dua tahun berselang, Erwin Prasetya dari Dewa 19, Yoel Vai, dan Hari Goro bergabung, menjadikan grup baru bernama NuKLa dengan hit Izinkan Ku Memuja. Hengkangnya Erwin pada 2006 mengembalikan nama KLa Project. Lilo kembali bergabung pada 2009 dan KLa merilis album “KLa Returns” yang dilanjutkan dengan album “Exelentia” pada 2010.

Pada 2011, KLa Project merilis album yang berjudul “A Tribute To KLaProject” dengan menampilkan beberapa musisi, seperti Ungu, Ahmad Dhani, Kerispatih, Maliq & D’Essentials, Vidi Aldiano, Pongki Barata, RAN, dan The Upstair.

“Kami kembali ke pola lama, menghasilkan notasi dan lirik indah nan puitis serta aransemen yang dipikirkan dengan matang. Inilah yang menjadi kekuatan musik KLa Project,” pungkas Adi. thomas manggalla +

Popular content