Jurnalis Harus Perkuat Personal Branding

JAKARTA – Seorang jurnalis memperkuat personal branding melalui hasil karya-karya jurnalistiknya. Karena itu, hasil liputan yang berkualitas dan eksklusif mampu mendongkrak namanya.

Wakil Pemimpin Redaksi KORAN SINDO Pung Purwanto mengatakan, jurus pertama untuk membentuk personal branding adalah konsistensi untuk menghasilkan suatu karya yang unggul. Pasalnya, pekerja media bukan seorang politikus atau artis yang personal branding- nya berdasarkan sosok fisik, melainkan tulisan. Langkah yang kedua, memanfaatkan akses di medianya untuk mendongkrak namanya.

Menurut dia, keunggulan ini yang menjadikan pekerja media tidak perlu lagi menyewa jasa agen public relations. Mereka sudah memiliki akses ke media. ”Wartawan pun harus mempunyai aktivitas di luar rutinitas agar dia dapat dikenal tidak hanya di lingkungan media saja,” katanya pada acara 200 Jam Semangat Barubersama KORAN SINDO yang mengambil tema ”Personal Branding” di Universitas Indonusa Esa Unggul (UIEU), Jakarta, kemarin.

Pung yang pernah meliput perang di Irak ini menambahkan, akan lebih baik lagi jika pekerja media ini mempunyai spesialisasi di satu bidang. Kelebihan ini akan mampu mengantar dirinya menjadi pembicara di suatu diskusi. Bahkan bagi wartawan media cetak yang ahli dalam sepak bola, mereka dapat menjadi komentator pada pertandingan sepak bola yang disiarkan di media televisi.

Langkah berikutnya aktif di media sosial dan membangun jaringan. Menurut dia, opini yang diungkapkan seorang pekerja media pada jejaring sosial dapat lebih dipercaya daripada akun anonim. Selain itu, seorang jurnalis juga harus terus menerus meningkatkan pengetahuannya baik melalui pendidikan atau buku. ”Jika langkah-langkah tersebut dilakukan, personal branding jurnalis makin kuat,” kata mahasiswa pascasarjana Universitas Paramadina itu.

Pemimpin Redaksi RCTI Arief Suditomo menambahkan, personal branding memang terkait dengan hasil karya yang diraih dari perjuangan dan kerja keras. Salah satu hasil karya yang diraihnya saat program berita Seputar Indonesia berhasil mewawancarai Anas Urbaningrum terkait pengunduran dirinya sebagai ketua umum Partai Demokrat.

Dia mengaku bangga karena dia dan timnya berhasil mewawancarai Anas sebelum media lain melakukannya. Arief menyarankan, bagi mahasiswa yang ingin melamar menjadi jurnalis, juga harus menunjukkan personal brandingnya.

Salah satunya dengan meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3.00 dan TOEFL 500. Nilai tambah lain dapat dilakukan dengan magang di media yang bersangkutan. ”Ini merupakan nilai plus,” tuturnya. neneng zubaidah

Popular content