• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

6 Pilkades Sisakan Masalah

JEMBER– Enam dari puluhan pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Jember yang digelar serentak, dinilai bermasalah.

Komisi A DPRD Jember menganggap hal ini terjadi akibat pemkab mengabaikan rekomendasi mereka. Akibatnya, konflik terjadi di enam desa tersebut. Ketua Komisi A M Jufreadi mengatakan, pihaknya telah merekomendasikan agar bupati dan bagian pemerintahan desa menangguhkan hasil pilkades di enam desa tersebut. Sebab, kasusnya sudah masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Jember.

Namun, baik bupati maupun bagian pemerintahan desa tidak menggubris hal tersebut. ”Kami menilai kabag pemdes tidak mampu mengawal proses demokrasi tertua ini. Jadi, kami akan menerbitkan rekomendasi kepada pimpinan Dewan supaya secara resmi mengirimkan surat kepada bupati untuk mempertimbangkan posisi kabag pemdes,” kata Jufreadi. Politikus PKNU ini menambahkan, banyaknya konflik pilkades merupakan tolok ukur kesuksesan dari seorang pemimpin yang membidangi masalah ini.

Banyaknya konflik pilkades, bahkan sampai terjadi penyegelan hingga pembakaran kantor desa dan perusakan rumah warga sebagai bentuk ketidakmampuan dari kabag pemdes dalam mengawal pilkades. Jufreadi juga menyesalkan adanya praktik pungli yang diduga dilakukan camat Panti kepada kades terpilih sebesar Rp25 juta dengan dalih untuk pelantikan. Dia pun mendesak agar camat tersebut diberikan sanksi tegas.

Kemarin, calon kades yang kalah dari Desa Tutul, Kecamatan Balung, Baidowi juga mengadukan proses pilkades yang dinilai tidak fair. Di desa itu ada 7.000 pemilih. Namun, panitia pilkades menyepakati hanya ada 5.930 suara masuk. ”Namun setelah dihitung, jumlah suara tidak sampai 5.930, melainkan berkurang sekitar 66 suara. Kami protes sampai warga menyegel kantor desa,” kata Baidowi.

Dia menilai ada yang tidak beres dalam pelaksanaan pilkades diduga dilakukan panitia dan muspika. Untuk mengklarifikasi hal ini, Komisi A DPRD Jember akan memanggil Kabag Pemdes Winardi; Asisten I Sigit; dan pihak terkait lainnya. p juliatmoko

Popular content