• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Alex : Jadikan Pemilukada Sumsel Terbaik di Indonesia

PALEMBANG - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Sumsel 6 Juni mendatang diharapkan menjadi pemilukada terbaikdiIndonesia.

PALEMBANG - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Sumsel 6 Juni mendatang diharapkan menjadi pemilukada terbaikdiIndonesia.

Masyarakat yang masuk dalam daftar pemilih tetap(DPT) harusmenggunakan haknya pada hari pencoblosaan. Hal itu diungkapkan salah satu calon gubernur H Alex Noerdin usai mengikuti paparan visi dan misi calon gubernur/ wakil gubernur dalam Sidang Paripurna DPRD Provinsi Sumsel, Senin (20/5). Menurut Alex, predikat tersebut dapat terwujud jika tingkat partisipasi pemilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) sangat tinggi. Selain itu, dalam proses Pemilukada mulai kampanye hingga hingga hari pencoblosan tidak terjadi kampanye hitam yang menjelekkan kandidat lain.

“Pemilukada Sumsel harus menjadi yang terbaik di Indonesia dari sisi kualitas. Partisipasi pemilih tinggi dan tidak ada kampanye hitam,” tegas Alex. Menurut Alex, semua calon gubernur/wakil gubernur yang bertarung dalam Pemilukada Sumsel kali ini, merupakan tokoh- tokoh Sumsel dengan reputasi sama-sama bagus, seperti calon gubernur H Eddy Santana Putra dan H Herman Deru merupakan walikota dan bupati yang memiliki reputasi baik.

Oleh karena itu, calon gubernur yang berpasangan dengan H Ishak Mekki ini meminta para pendukung menjaga nama baik calonnya masing-masing dengan cara tidak merusak nama baik orang lain atau menciptakan ketidakharmonisan di dalam masyarakat. “Masyarakat Sumsel harus bisa menyikapi dan menikmati pemilihan gubernur/wakil gubernur sebagai pesta demokrasi yang sebenar-benarnya. Mari kita kedepankan sportivitas dengan menyatakan halhal baik dibanding kejelekan, apalagi fitnah terhadap orang lain. Masyarakat Sumsel yang terkenal santun harus bisa memberi contoh kepada seluruh bangsa Indonesia yang sedang dan akan menyongsong pemilukada, untuk menjaga Indonesia tetap tenang dan tentram,” terang Alex.

Dengan ketenteraman wilayah, lanjut dia, proses pembangunan akan bisa terus berjalan dengan baik dan berkesinambungan, sehingga masyarakat yang menjadi tujuan penikmat hasil pembangunan bisa benarbenar menikmati. “Gubernur, kepala daerah dan seluruh lembaga pemerintahan pasti akan melakukan hal-hal yang terbaik untuk masyarakatnya. Namun, jika masyarakat tidak turut terlibat aktif di dalamnya, maka pembangunan pun akan sia-sia belaka,” ujarnya.

Dicontohkan Alex, di berbagai daerah, masyarakat sering menunjukkan apatismenya terhadap proses demokrasi. Hal itu terlihat dari partisipasi masyarakat mengikuti pemilihan umum yang tidak terlalu tinggi, di mana rata-rata nasional, tingkat golongan putih (golput) mencapai 30 persen. Bahkan, banyak daerah yang angka golputnya mendekati atau melebihi 40 persen. Untuk itu, Alex mengingatkan agar seluruh pasangan kandidat terus mengajak pendukung dan tim suksesnya melakukan sosialisasi Pemilukada Sumsel yang damai dan sejuk demi kegemilangan Sumsel pada masa-masa mendatang.

“Jika warga yang golput hanya sepuluh persen, dan proses pemilihan berlangsung tertib dan damai, tidak saling menjatuhkan, apalagi dengan caracara menebar fitnah, maka masyarakat di seluruh nusantara akan melihat dan berkaca kepada masyarakat ke Sumsel,” ucapnya. Menurut catatan redaksi, angkagolputdalampemilukadadi Indonesia, rata-rata mencapai 27,9 persen. Angka golput tertinggi untuk pemilukada tercatat pada pemilihan gubernur/wakil gubernur Sumatera Utara 7 Maret 2013, yakni 51,5 persen.

Dilaporkan, dari10.310.872yangtercatat dalam daftar pemilih tetap, hanya terdapat 5.001.430 suara sah, atau 48,5 persen. Sementara, angka golput dalam pemilihan walikota/wakil walikota Palembang, 7 April yang lalu, mencapai 35 persen. Dari 1.133.488 yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap, yang tidak hadir sebanyak 349.694 orang.(info/adv)

Popular content