• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Prestasi Para Penggila Matematika

Prestasi anak Indonesia di kancah internasional seakan tiada berhenti mengalir. Salah satu prestasi terbaru adalah keberhasilan pelajar sekolah dasar (SD) yang meraih empat medali emas di ajang Bulgaria International Mathematics Competition (BIMC) 2013.

Dalam ajang yang diadakan di Kota Burgas 1-4 Juli lalu itu, ada tiga kategori yang menyumbangkan emas. Kategori individu dengan 2 emas serta kategori team contest dan group prizes yang masing-masing menyumbangkan 1 emas. Selain medali emas, ada 14 medali lain yang diraih, yaitu 5 perak, 3 perunggu, dan 6 merit. Semuanya diraih dalam kategori individu. Ada juga 1 perak dan 1 perunggu untuk kategori team contest serta 2 perak untuk group prizes.

Sementara itu, dari kelompok SMP, untuk kategori individu pelajar Indonesia mendapatkan 2 medali emas, 1 perak, 7 perunggu, dan 4 merit. Adapun kategori group prizes dan team contest juga meraih beberapa medali lain. Perolehan sejumlah medali ini menunjukkan bahwa pelajar Indonesia bisa bersaing dengan koleganya dari negara lain untuk kompetisi apa pun. Prestasi ini sangat membanggakan mengingat sebagian besar delegasi Indonesiayangberjumlah16pelajarSDdan16 siswa SMP mendapatkan medali.

Mereka berhasil berkompetisi dan bersaing dengan peserta yang mencapai 500 pelajar dari 29 negara dari 4 benua. Ajang BIMC yang merupakan salah satu kompetisi matematika internasional tahunan bergengsi ini diselenggarakan sejak 2003 di setiap negara berbeda. Lawan-lawan pelajar Indonesia di BIMC 2013 antara lain dari China, Hong Kong, India, Belanda, Siprus, dan Amerika Serikat. Dua anak yang beruntung mendapatkan emas kategori individu adalah Kinantan Arya Bagaspati dari SDN 2 Sokanegara, Purwokerto, Jawa Tengah dan Leonardo Irvin Pratama dari SDK Sang Timur Jakarta.

Bagi Kinantan dan Leonardo, medali yang mereka terima di Bulgaria melengkapi sejumlah medali tingkat nasional atau internasional yang pernah mereka raih sebelumnya. Kinantan misalnya, tahun lalu meraih medali perunggu dalam ajang Taiwan International Mathematics Competition (TAIMC) 2012. Karena prestasinya dia mendapatkan Beasiswa Insan Pendidikan Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kisah anak Indonesia menjadi juara matematika tingkat dunia bukan hal baru. Ada sejumlah anak lain yang telah memenangi kompetisi bidang studi ini dalam berbagai tingkatan.

Di kalangan mahasiswa, salah satu talenta yang langganan juara Olimpiade Matematika Internasional Bulgaria adalah Made Tantrawan, 21 tahun. Pria yang baru lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan IPK 4,00 Mei lalu ini selalu meluangkan waktu di rumah kontrakannya sekitar satu jam sehari untuk mengerjakan soal materi olimpiade internasional. Bahkan materi matematika yang dikerjakannya merupakan materi kuliah tingkat lanjut yang belum dia dapatkan di bangku kuliah.

“Karena mau ikut olimpiade, saat awal kuliah saya sudah belajar materi yang seharusnya diajarkan di semester 7. Jadinya saat kuliah tingkat semester 5, 6 atau 7, saya tidak merasa kesusahan dalam penguasaan materinya,” kata Made sebagaimana dilansir situs resmi UGM. Kecintaan Made pada matematika dimulai sejak dia duduk di bangku SD. Kegemarannya pada bidang studi matematika tak lepas dari peran sang ayah I Wayan Berata yang merupakan guru matematika.

Selanjutnya Made pertama kali ikut olimpiade matematika di bangku SMP. Kendati belum jadi juara, dia mewakili Bali dalam Olimpiade Sains Nasional waktu itu. “Setiap mau ikut olimpiade saya sering belajar dengan bapak untuk bahas kunci soal,” kata alumnus SMPN 8 Denpasar ini. Setelah melanjutkan ke sekolah di SMAN 3 Denpasar, Made dua tahun berturut- turut masuk final OSN tingkat nasional. “Hanya keikutsertaan yang kedua akhirnya bisa mendapat medali emas,” kenangnya.

Setelah lulus tingkat S-1, Made akan melanjutkan kuliah S-2 dan S-3 dengan beasiswa dari Dikti Kemendikbud. Beasiswa ini merupakan penghargaan atas prestasi yang berhasil mengangkat nama Indonesia di tingkat internasional, yakni meraih medali perak dalam Olimpiade Matematika Internasional di Bulgaria tahun 2010, lalu medali perunggu di tahun 2011, dan kembali meraih perak di kompetisi yang sama tahun 2012. islahuddin

Popular content