• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Penerapan Kurikulum 2013 Tercoreng

SEMARANG– Hari pertama penerapan kurikulum baru di berbagai sekolah Semarang sedikit tercoreng dengan aksi protes yang dilakukan oleh para guru di SMKN 11 Semarang.

Puluhan guru kesal dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah di SMK tersebut yang dinilai arogan. Ungkapan kekecewaan guru itu juga disampaikan selepas rapat kurikulum baru. Pasalnya, SMKN 11 termasuk SMK di Semarang mulai Senin (15/7) kemarin harus menerapkan kurikulum baru. Beberapa guru di SMKN 11 Semarang itu menuntut Ahmad Ishom, kepala sekolah setempat, mundur dari jabatannya.

Usai mengikuti rapat sosialisasi Kurikulum 2013 di aula SMKN 11 Semarang, para guru membentangkan sejumlah spanduk di depan pendapa sekolah yang bernada kritik terhadap kepemimpinan kepala sekolah. Spanduk-spanduk itu bertuliskan, “Kami Tidak Butuh Kepsek Arogan”, “Kami Ingin Kualitas Sekolah, Bukan Pemimpin Otoriter”, dan lainnya. Darwito, salah satu perwakilan guru SMKN 11 Semarang mengatakan, para guru sudah membuat draf petisi berisi tuntutan yang rencananya akan disampaikan jika jalan dialog yang ditempuh dengan kepala sekolah tidak menemukan titik temu.

Sebetulnya setelah rapat kurikulum sudah ada dialog sebentar dengan kepala sekolah. Kemudian kepala sekolah segera meninggalkan sekolah untuk memenuhi undangan rapat di Dinas Pendidikan. “Pak kepsek (kepala sekolah, red.) buru-buru harus ke Dinas Pendidikan karena ada undangan rapat,” ujar mantan wakil Kepala SMKN 11 itu. “Sebagai orang pendidikan, prinsipnya kami mengedepankan dialog dalam menyikapi permasalahan itu, terutama menyangkut sikap kepala sekolah yang selama ini dinilai arogan menjalankan kepemimpinannya,” kata Darwito, yang juga mantan Wakil Kepala Sekolah SMKN 11 Semarang.

Kepala SMKN 11 Semarang Ahmad Ishom ketika hendak dimintai konfirmasi masalah ini mengelak begitu saja. Ia tidak bersedia melayani wartawan yang menungguinya. Memasuki tahun ajaran baru 2013/2014, kurikulum baru sudah mulai diterapkan di berbagai sekolah di Semarang. Sementara SMK negeri di Semarang sudah semua menerapkan kurikulum baru. Adapun SMA dan SMP negeri belum semua menerapkan kurikulum baru.

Sekretaris Pengembangan Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Semarang Sutarto mengatakan, penerapan kurikulum bagi SMK negeri itu memang harus dilakukan secara bersamaan karena itu menyangkut keahlian atau kompetensi dari bidang yang ada di masing-masing SMK. “Pendidikan SMK itu kan banyak kompetensi keahliannya sehingga penerapan kurikulumnya harus bareng-bareng,” ujarnya kemarin. SMA negeri yang sudah menerapkan kurikulum baru, di antaranya SMA1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 11, dan SMAN 13.

Untuk SMA swastanya meliputi SMA Ksatrian 1, SMA Theresiana 1, dan SMA Karangturi. Di jenjang SMP adalah SMPN 2, 4, 5, 9, dan 21. Sementara SMA swasta yang sudah menerapkan kurikulum baru, yakni SMP Harapan Bunda dan SMP Roudhlatul Hidayah. Semua sekolah yang mulai Senin (15/7) kemarin menerapkan kurikulum sudah mendapatkan bimbingan teknis dari Kemendikbud yang belum lama ini dilaksanakan di Yogyakarta.

“Memang belum semua guru di sekolah itu ikut bimbingan teknis, namun diharapkan guru itu bisa menularkan ke guruguru lainnya di sekolahannya masing-masing,” paparnya. Sutarto menegaskan target dari pemerintah untuk penerapan kurikulum baru memang pada 2015 harus memberlakukan semuanya. Untuk Semarang diharapkan tahun depan sudah semua menerapkan kurikulum baru. ●alkomari

Popular content