• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Cabuli ABG, Oknum Polisi Dituntut 8 Tahun

YOGYAKARTA– Oknum polisi Brigadir SA (Setyo Apriyono) dituntut penjara delapan tahun karena diduga mencabuli gadis di bawah umur, FS, 14.

Tuntutan ini diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Diliana, dalam lanjutan persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Yogyakarta, kemarin. Terdakwa yang merupakan anggota Polsekta Pakualaman ini didakwa melanggar Pasal 81 UU Perlindungan Anak. Selain dituntut pidana penjara delapan tahun, JPU juga menuntut uang denda senilai Rp150 juta subsider enam bulan kurungan.

Dalam persidangan yang dipimpin hakim ketua Prio Utomo, JPU menilai terdakwa terbukti melakukan perbuatan cabul serta menyetubuhi korban, FS. Aksi bejat terdakwa ini dilakukan sedikitnya tiga kali, bertempat di rumah korban di wilayah Mantrijeron, Yogyakarta sekitar Agustus 2011 sampai akhir 2012. Terdakwa yang sudah kenal baik dengan orang tua korban selalu melakukan aksinya saat kondisi rumah sepi.

“Berdasar fakta-fakta di persidangan, kami minta majelis hakim untuk memutus terdakwa bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama delapan tahun,” kata JPU saat membacakan surat tuntutan dalam persidangan yang berlangsung tertutup ini. Selesai pembacaan surat tuntutan, majelis hakim kemudian menunda persidangan dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pledoi dari pihak terdakwa. “Sidang ditutup dan ditunda pekan depan dengan agenda pledoi,” kata majelis hakim.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, yang mendampingi korban sempat kecewa karena tuntutan yang diberikan tak maksimal sesuai UU Perlindungan Anak, yakni 15 tahun. Pihaknya pun berharap agar terdakwa dijatuhi hukuman seberat- beratnya. Karena sebagai anggota Polri yang seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat, terdakwa justru nekat melakukan perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur.

“Kami harap majelis hakim memutus hukuman seberatberatnya. Kami akan kawal kasus ini sampai selesai proses persidangan. Tapi yang jadi catatan kami, ancaman hukuman di atas lima tahun, kenapa tersangka tidak ditahan? Tuntutan juga belum maksimal, tapi kami cukup puas,” kata Kepala Departemen Advokasi LBH, Hamzal Wahyudin.

Di tempat terpisah, terkait terdakwa yang saat ini sedang menempuh proses hukum di PN Yogyakarta, Kanit Humas Polresta Yogyakarta Iptu Haryanta saat dikonfirmasi membenarkan, terdakwa merupakan salah satu anggota jajaran Polresta Yogyakarta dan bertugas di Polsekta Pakualaman. Status terdakwa sampai saat ini masih aktif sebagai anggota Polri.

“Saya cek, yang bersangkutan masih aktif. Pangkatnya Brigadir. Untuk tindak lanjutnya, pimpinan masih menunggu keputusan yang mengikat di persidangan,” ucapnya. ● ristu hanafi

Popular content