• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Jajan Berformalin Dijual Bebas

Petugas Dinkes Kota Magelang mengambil sampel makanan dari pedagang di Pasar Penampungan Kota Magelang, kemarin.

MAGELANG– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang menemukan sejumlah makanan mengandung zat kimia berbahaya di Pasar Penampungan Kota Magelang, kemarin.

Penemuan tersebut dipastikan setelah dilakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan. Petugas dari Dinkes Kota Magelang, Dinas Pasar, serta Dinas Koperasi, Perindustrian, danPerdaganganKotaMagelang mengambil sekitar 10 sampel makanan dari 15 pedagang yang berada di Pasar Penampungan. Di antaranya mi basah, gereh (ikan asin), dawet, bakso, rengginang, kerupuk, tahu putih, daging ayam potong dan ayam negeri, serta ikan teri.

“Kami mengambil sampel terhadap makanan yang berpotensi mengandung zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan untuk dilakukan uji laboratorium,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Sumberdaya Kesehatan Dinkes Kota Magelang, Sulistyorini. Operasi makanan yang dilakukan di pasar tradisional ini merupakan kali pertama dalam memasuki bulan Ramadan tahun ini. Uji laboratorium yang juga dilakukan di lokasi pasar tersebut ditemukan sedikitnya tiga jenis makanan yang positif mengandung zat kimia berbahaya.

Di antaranya dawet (cendol) mengandung zat pewarna tekstil rhodamin B, ikan teri mengandung formalin, dan mi basah juga mengandung formalin. “Dari sepuluh sampel makanan, ada tiga yang positif mengandung bahan berbahaya,” lanjutnya. Meski demikian, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penyitaan terhadap makanan yang dinyatakan membahayakan tersebut. Menurutnya, pihaknya hanya bertugas untuk melakukan uji laboratorium dan memberikan pmbinaan bagi para pedagang.

“Kami hanya bisa memberikan pembinaan bagi pedagang. Soal tindaklanjutnya bisa melalui penyelidikan polisi, atau Balai POM,” katasnya. Rencananya, hasil uji laboratorium tersebut akan dibuat laporan yang nantinya dikirim ke Balai POM Jawa Tengah. Rencananya, operasi makanan berbahaya ini akan terus dilakukan mengingat peredaran makanan sangat padat di bulan Ramadan ini. Staf Seksi Bidang Farmasi Makanan dan Minuman Dinkes Kota Magelang, Devi Mutiara menyampaikan, makanan yang dinyatakan positif mengandung zat berbahaya bisa dilihat melalui dari dua cara yakni kondisi fisik dan uji laboratorium.

Makanan yang mengandung bahan berbahaya akan berubah ungu saat dicampur dengan cairan kimia pada uji laboratorium. Sedangkan secara fisik, biasanya makanan yang mengandung boraks, formalin, dan zat kimia berbahaya lainnya tidak dihinggapi lalat. “Kalau ikan biasanya terlihat sedikit basah da tidak kering. Untuk bakso dan sejenisnya teksturnya kenyal. Sementara daging ayam biasanya seperti berminyak,” terangnya.

Makanan yang mengandung zat kimia, imbuhnya, jika dikonsumsi akan berdampak terhadap kesehatan. Diantaranya mengakibatkan peningkatan keasaman darah, kanker, hingga mengakibatkan kematian. ●wikha setiawan

Popular content