• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

JANGAN REMEHKAN PSPS

PALEMBANG – Sriwijaya FC (SFC) optimistis meraih tiga angka saat meladeni tuan rumah PSPS Pekanbaru. Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan mengingat M Isnaini dkk sudah terbiasa dengan kekalahan-kekalahan besar di kandang.

 Asykar Batuah ditekuk Persipura 1-5, dibantai Persela Lamongan 1-9, dipermalukan Persita 0-5, dan Persib 0-4 di hadapan pendukung setia mereka. Terakhir, dua kekalahan tandang 1-5 dari Gresik United dan kembali dibantai Arema Cronous dengan skor 1-7. Namun, SFC tidak akan mudah meraih kemenangan di Rumbai, Pekanbaru. Karena, PSPS akan memberikan perlawanan yang sengit jika mereka berhadapan dengan SFC.

Kalau d Jawa ada perseteruan Persija versus Persib, di Sumatera juga telah terjadi persaingan berbalut dendam antara SFC dan PSPS. Setiap SFC bermain ke kandang PSPS, perlakuan terhadap SFC akan berbeda dengan tim-tim lain yang juga akan bertanding di markas PSPS. SFC selalu mendapatkan teror dari suporter, terlepas apakah hasil akhir dari pertandingan tersebut menang atau kalah.

Seperti yang terjadi pada musim 2010 atau ketika SFC masih dimanajeri Ivan Venkov Kolev. Saat itu bus yang membawa Kayamba dkk dilempari suporter PSPS saat mereka keluar dari stadion dengan kemenangan untuk SFC. Namun, kalau melihat statistik pertemuan kedua tim atau dari 10 kali pertemuan antara SFC dan PSPS, memang pertandingan kandang lebih banyak dimainkan di Palembang. Dari hasil tersebut, SFC menang 5 kali, PSPS menang 3 kali, dan imbang 2 kali.

Sebelum mengarah pada perseteruan antara PSPS dan SFC, Asisten Manajer SFC Muchendi Mahzareki menuturkan, pihaknya sudah berbicara kepada pelatih dan pemain agar tetap fokus bermain di enam partai sisa ini. “Salah satunya kami harus bisa mengambil poin di kandang PSPS. Tapi, kami juga paham, SFC akan menghadapi perlawanan yang berbeda seperti tim lain yang bertamu ke Rumbai. Ini yang harus kami waspadai, apakah itu permainan di lapangan atau di luar lapangan,” tuturnya.

Atas dasar itu, Muchendi mengatakan semua pemain sebaiknya tidak menganggap remeh PSPS, yang memang saat ini timnya lebih banyak menggunakan tenaga pemain U-21. “Saya rasa semua tim yang akan menghadapi PSPS berpikir akan memenangkan pertandingan dengan mudah. Tapi, saya berharap pemain tidak melakukan hal itu. Sebelum bermain selama 90 menit, jangan pernah lagi menganggap lawan itu mudah ditaklukkan,” papar putra sulung Bupati OKI Ishak Mekki tersebut.

Sementara Pelatih SFC Kas Hartadi mengungkapkan, hal yang pertama yang harus dilakukan semua pemain SFC adalah memotivasi diri sendiri dan melupakan hasil buruk pada pertandingan terakhir kemarin. “Kami harus tetap berjalan dan bergerak, masih ada peluang jika kami bisa menjaganya. Sebelum kami mengharapkan bagaimana hasil pertandingan tim lain, kami juga wajib memenangkan nasib kami sendiri,” ungkapnya.

Pria asal Solo ini sudah mengetahui meski PSPS berada di dasar klasemen, pada pertandingan sebelumnya di Palembang, PSPS dapat menahan SFC tanpa gol. “Artinya, pada putaran pertama kemarin mereka bisa keluar dari kandang kami dengan membawa poin satu. Jadi, kami harus membalas, paling tidak membawa poin yang sama,” pungkasnya. sidratul muntaha

Popular content