• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Logo Pemkot Surabaya Bisa Saja Diganti

SURABAYA – Logo Pemkot Surabaya bisa diperbaiki, bahkan diganti dengan yang baru. Upaya ini bisa dilakukan jika dasar hukumnya jelas disertai kajian filosofi dan sejarah.

Adalah pemerhati pemerintahan, BF Sutadi yang melontarkan pendapat tersebut. Ini menyikapi masukan Rasjidin Donosuparto, warga Ketintang Baru yang mengingatkan bahwa logo Pemkot Surabaya tidak sesuai aturan hukum yang berlaku. “Saya kira sah-sah saja warga menyampaikan aspirasi. Tapi yang jelas, proses evaluasi logo sebuah daerah perlu diawali kajian filosofi dan sejarah,” kata mantan Asisten I Sekkota Surabaya ini. Pria asal Kebumen, Jateng ini juga menegaskan bahwa pembuatan logo Surabaya dulunya berdasar peraturan daerah.

“Jika warga berpendapat logo Surabaya perlu penyempurnaan, menjadi tugas Dewan mengevaluasinya,” tandasnya. Sutadi menilai, selama ini logo suatu daerah pemerintahan identik dengan lambang pemerintahan setempat. Seperti halnya logo Pemprov Jatim yang mengedepankan kata Jer basuki Mawa Bea, ini juga menjadi logi Provinsi Jatim. P e m e r h a t i sejarah dan budaya Surabaya, Darmantoko menambahkan, logo Surabaya membingungkan orang yang belum pernah melihatnya.

“Karena tidak ada tulisan Surabaya, orang yang tidak tahu tentunya akan bertanya-tanya. Lain halnya dengan logo kota atau kabupaten lain yang secara jelas mencamtumkan tulisan nama daerah,” urai Darmantoko. Sebagaimana ditulis, logo Kota Surabaya yang berbentuk perisai segi enam dan di dalamnya terdampat gambar Tugu Pahlawan, serta ikan dan buaya kembali disoal. Logo yang mudah dijumpai pada tembok kantor instansi pemkot, badge pada lengan kiri PNS, kop surat maupun amplop kedinasan Pemkot Surabaya, tidak sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 77/2007 tentang Lambang Daerah.

Adalah Rasjidin Donosuparto, warga Ketintang Baru yang menyoal logo tersebut. Mantan anggota DPRD Gresik ini pun kembali bersurat ke Ketua DPRD Surabaya Moch Machmud.Purnawirawan Polri ini berharap DPRD Surabaya bisa mengawal penyempurnaan logo Kota Surabaya yang baru, sesuai aturan. Beberapa tahun sebelumnya, Rasjidin pernah berupaya sama, agar logo bisa disempurnakan. Namun tak kunjung direspon Dewan maupun pemkot.

Padahal, logo Surabaya yang sekarang dibentuk berdasar Perda DPRD/Sementara tahun 1955 tidak lagi sesuai PP 77/2007 tentang Lambang Daerah. Disisi lain, Perda DPRD/Definitif- 2012 sebagai penyempurnaan Perda DPRD/Sementara tahun 1955, juga sudah diberlakukan. “Surat Pak Rasjidin ini kembali kami terima. Sudah saya pelajari, dan memang seharusnya seperti yang disarankan Pak Rasjidin. Saya akan membawa masukan ini ke rapat Badan Musyawarah (Banmus). Yang salah harus ditindaklanjuti, tak perlu bicara gengsi,” kata Ketua DPRD Surabaya Moch Machmud seraya menunjukan surat yang diterimanya.

Menurut dia, idealnya logo Surabaya yang sekarang ada memang harus disempurnakan. PP 77/2007 tentang Lambang Daerah sebagai landasannya. “Untuk mengubah logo, tidak diperlukan tim khusus yang melibatkan banyak elemen, seperti tim yang mencari hari jadi sebuah kota. Cukup pansus yang dibentuk di DPRD,” sambung mantan wartawan ini. Hasil kerja pansus, kata Machmud, akan terangkum dalam perda baru sebagai tindak lanjut PP 77/2007 tentang Lambang Daerah.

Seiring terbitnya perda, logo baru yang disepakati secara resmi bisa digunakan. Rasjidin melalui suratnya, Rasjidin berpendapat layaknya logo sebuah daerah selayaknya mencantumkan nama atau identitas daerah tersebut. Misalnya, Suro Ing Boyo, Gayuh Raharjo, dan lainnya. Ini tak beda dengan logo Pemprov Jatim yang mencantumkan kata Jer Basuki Mawa Bea. “Tulisan Surabaya bisa ditempatkan di bawah gambar Tugu Pahlawan, sedangkan tulisan Suro Ing Boyo atau Gayuh Raharjo bisa ditempatkan perisai bagian bawah,” begitu usul Rasjidin melalui suratnya.

Rasjidin juga menilai pada logo Surabaya yang sekarang belum memuat aspek spiritual dan nasional. Oleh karena itu, dia menilai perlu lambang bintang di atas Tugu Pahlawan. Atau ditambahkan lambang padi dan kapas yang melengkung di bawah Tugu Pahlawan. Usulan penambahan itu tidak mengubah posisi Suro dan Boyo serta Tugu Pahlawan.

Logo yang sekarang ada perlu penyempurnaan di mata Rasjidin. Warna biru laut perlu ada pada dasar logo, mencerminkan potensi kelautan di Surabaya sisi utara. soeprayitno

Popular content