• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Program P2WKSS Rehab 128 Rutilahu

BANDUNG BARAT – Sebanyak 128 rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kampung Cikentit, Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendapatkan bantuan rehab rumah.

Bantuan tersebut disalurkan melalui anggaran hibah program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS), di mana satu rumah mendapatkan anggaranrenovasiRp3juta– Rp4juta. ”Tahun ini bantuan dari program P2WKSS untuk rehab rumah mencapai 128 kepala keluarga, meningkat dari tahun lalu yang hanya 100 rumah,” kata penanggung jawab program P2WKSS KBB Nurdjulaeha di Saguling kemarin.

Nurdjulaeha yang juga menjabat Kabid Pemberdayaan Perempuan di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) KBB menyebutkan, mereka yang menerima program ini adalah keluarga prasejahtera. Sejak dikerjakan pada Februari lalu, saat ini semua rutilahu sudah selesai direhab. Pihaknya sengaja mengarahkan pada program bantuan rutilahu karena di Desa Saguling masih banyak rumah yang sangat membutuhkan bantuan dan belum tercoverbantuan dari Kemenpera.

Selain rehab rumah, P2WKSS merupakan program terpadu lintas sektoral. Karena itu, pada tahun ini Desa Saguling juga diberikan berbagai program bantuan lain, seperti pembuatan lima MCK dan perbaikan jalan setapak 840 meter senilai Rp200 juta dari Dinas Cipta Karya. Dinas Perindustrian memberikan pelatihan pengembangan ekonomi masyarakat, Dinas Kesehatan bantuan jamban keluarga, Dinas Pertanian pemberian bibit dan lainnya.

Kemudian ada juga bantuan kepada 100 kepala keluarga (KK) yang belum memiliki surat nikah, di mana baru terbantu 40 KK yang sudah dibantu. Termasuk pendidikan perubahan perilaku kehidupan sehari-hari, khususnya pemanfaatan sanitasi dan kebersihan lingkungan. Lalu, pendirian rumah pintar di lahan seluas 150 m2, di mana lahannya adalah hibah dari Yaya Jayuswaya, 72, warga Kampung Babakan Kersen, RT 2/1, Desa Saguling.

”Semua program itu anggarannya berasal dari dana hibah Rp600 juta dan Rp100 juta di antaranya untuk pembangunan rumah pintar,” sebut Nurdjulaeha seraya mengatakan bahwa lokasi P2WKSS akan dinilai keberhasilannya oleh provinsi.

Kepala Desa Saguling Asep Jakarsih mengaku sangat terbantu dengan adanya rehab 128 rutilahu di wilayahnya. Pasalnya, Desa Saguling termasuk desa yang masih tertinggal karena lokasinya yang cukup terpencil akibat terpisah air Bendungan Saguling. Berdasarkan pendataan, tercatat lebih dari 500 rutilahu tersebar di 12 RW yang sudah sangat membutuhkan bantuan rehabilitasi.

Dia sudah mengajukan bantuan kepada Kemenpera sebanyak 400 unit, tetapi sampai sekarang belum ada keputusan terealisasi atau tidak. ”Mengajukan bantuan sudah, tapi kami pesimis jika semua unit yang diajukan itu bakal dibantu,” kata Asep. Selain dari program P2WKSS, Desa Saguling tahun ini mendapatkan bantuan 22 unit rehabilitasi rutilahu dari APBD KBB.

Upaya itu diusulkan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2012. Namun, bukannya tanpa kendala, dia kerap terbentur persoalan kepemilikan lahan warga yang mendapatkan program ini.

Pasalnya, banyak warga Desa Saguling yang tinggal di lahan milik PT Indonesia Power (PLN), padahal persyaratan mendapatkan rehab rutilahu lahannya harus lahan pribadi. ● adi haryanto

Popular content