• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Karyawan Lonsum Tewas Dirampok

MUARABELITI – Aksi kawanan perampok menjelang lebaran makin mengganas, kemarin satu karyawan PT Lonsum tewas ditangan perampok.

Junaidi, 35, karyawan Subkontraktor PT London Sumatera (Lonsum) ditemukan tewas dengan luka bacok di kepala dan tangan kanan nyaris putus, kemarin. Kuat dugaan korban dihabisi kawanan perampok karena motor miliknya hilang. Korban yang beralamat di Jalan Perusahaan di Divisi V Sei Gemang, Desa Beringin Makmur I, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) itu ditemukan warga tergeletak di dekat tempatnya bekerja.

Diduga korban dirampok saat hendak pulang ke kamp tempat kerjanya yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Organisasi masyarakat Pemuda Peduli Rawas Ilir (PPRI), Abdul Aziz mendesak, Kapolres Musi Rawas (Mura) menambah personel di Kecamatan Rawas Ilir. Karena tindakan kriminal di Rawas Ilir sudah meresahkan.

“Masyarakat Rawas Ilir membutuhkan perlindungan polisi, makanya polisi harus semakin agresif melindungi masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang,” timpal dia. Kapolres Kabupaten Mura AKBP Chaidir melalui Wakapolres, Kompol Tulus Sinaga didampingi Kasat Reskrim, Iptu Teddy Ardian mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi terkait kasus perampokan tersebut.

Gasak Rp30 Juta, 3 Motor, dan Emas 10 Suku

Sementara di Banyuasin lima kawanan perampok berhasil menggasak uang tunai Rp30 juta, emas 10 suku, dan tiga buah motor di rumah Marikun, 38. Informasi yang dihimpun, aksi perampokan dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam di Desa Nusa Makmur, Kecamatan Air Kumbang, Banyuasin itu, bermula dari lima pelaku yang menggunakan penutup kepala mencongkel pintu rumah korban. Dua orang pelaku langsung menuju kamar utama.

Di kamar itu, Marikun beserta istrinya, Maryati, 23, sedang tertidur lelap. Di bawah ancaman senpi dan sajam parang, pelaku berusaha membekap keduanya. “Malam itu setelah tarawih, saya, istri, dan anak pulang ke rumah. Pintu rumah dan warung sudah terkunci. Namun, pelaku berhasil masuk ke dalam rumah,” katanya di hadapan penyidik Polsek Mariana Banyuasin I. Dengan menggunakan tali dan kain, pasangan suami istri tersebut diancam untuk menunjukkan simpanan emas dan uang.

Bahkan sering kali, salah satu perampok mengacungkan pistolnya ke arah istri korban. Karena tidak mau berlama-lama, kedua pelaku tersebut membongkar lemari korban. Di situ pelaku mendapatkan emas 30 suku dan uang tunai Rp30 juta. Mendengar kegaduhan, anak korban, Listiani, 12, terbangun. Lalu, salah satu pelaku langsung menyekap Listiani di ruang utama. hengky chandra agoes/ tasmalinda

Popular content