• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Sidang Pembajakan Hak Siar - Terdakwa Manfaatkan Jaringan Internet

KARANGANYAR – Sidang kasus dugaan pembajakan hak siar televisi berlangganan Indovision digelar di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar kemarin. Pembajakan dilakukan terdakwa dengan memanfaatkan jaringan internet.

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Winarno tersebut digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksisaksi yang terdiri atas Vice President Director PTMNC SkyVision Handhianto S Kentjono dan Legal Officer Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI) SurososertaDwiUtomo. Ketiga saksi tersebut dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari kejaksaan negeri (kejari) yang terdiri atas Endang Pawuri dan Dwi Ernawati.

Saat ditanya majelis hakim, saksi Handhianto mengemukakan modus yang digunakan terdakwa dengan memanfaatkan jaringan internet untuk membajak konten siaran Indovision serta mengalihkan pembayarannya. “Terdakwa membajak konten kami melalui decoder dari luar kami untuk mengalihkan pembayaran agar tidak masuk ke kami,” ujar saksi. Dengan modus yang cukup rumit tersebut, Handhianto mensinyalir terdakwa tidak menjalankan aksinya sendirian.

Namun terdapat pihak di atasnya yang turut membantu. Menanggapi keterangan ini, ketua majelis hakim tidak mencecarnya lebih lanjut. Dia menilai hal itu menjadi kewenangan kepolisian. “Biar nanti ditindaklanjuti penyidik,” ujarnya. Atas keterangan saksi, terdakwa yang merupakan mahasiswa Jurusan Komunikasi Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS) membenarkannya.

“Tapi sebenarnya saya hanya menjual password,” ujarnya. Sementara itu, kepada Suroso dan Dwi Utomo majelis hakim mencecar kronologi pengungkapan perbuatan terdakwa. Ini bermula saat APMI menerima laporan adanya pembajakan konten siaran eksklusif dari Indovision pada Maret lalu. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti APMI dengan melakukan penelusuran melalui internet.

Setelah memastikan adanya bukti pembajakan tersebut dan mengetahui bahwa terdakwa menjalankan aksinya dari sebuah kantor di Colomadu, Karanganyar, APMI kemudian melaporkan terdakwa ke Polda Jawa Tengah pada akhir April dengan Pasal 72 ayat 2 tentang Hak Cipta dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. “Kami juga mengecek ke lapangan dan berpura-pura menjadi pelanggan terdakwa dan memang benar ada pembajakan siaran Indovisian, (yaitu) seluruh channel yang hak siarnya dimiliki Indovision,” beber Dwi Utomo.

Seusai mendengarkan keterangan para saksi, majelis hakim memutuskan akan melanjutkan sidang pada Rabu (31/7) dengan agenda meminta keterangan saksi-saksi yang akan kembali didatangkan JPU. Ditemui seusai persidangan Suroso mengatakan, tindak pembajakan siaran ini jika dibiarkan akan berdampak serius bagi televisi berlangganan. “Kalau didiamkan bisa mematikan lembaga penyiaran berlangganan,” ujarnya. farid firdaus

Popular content