• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Juknis Berubah - Pencairan DAK Pendidikan Lambat

SURABAYA – Pencairan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan mengalami keterlambatan. Pasalnya petunjuk teknis (juknis) penggunaan dana terus berubah-ubah sehingga membingungkan.

Dari sosialisasi awal DAK akan dipakai untuk pengadaan buku kurikulum baru, tiba-tiba Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membatalkan tanpa alasan. Padahal sekolah-sekolah sudah mengharap peruntukan DAK. Apalagi anggaran DAK pendidikan Surabaya cukup besar mencapai Rp51 miliar. “Kita hanya menggunakan anggaran saja,” kata Humas Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya Eko Prasetyaningsih kemarin. Eko menuturkan, secara perinci DAK SD dan SMP memperoleh jatah Rp30 miliar kemudian SMA dan SMK sebesar Rp21 miliar.

Jadi, ada Rp51 miliar anggaran DAK untuk Surabaya. Jumlah anggaran tersebut mengalami penurunan drastis dibanding tahun lalu. Sebab, DAK pendidikan tahun lalu mencapai Rp100 miliar. Jadi, penurunannya hampir 50%. Meski begitu, daerah tidak bisa berbuat banyak karena ketentuan penggunaan diserahkan ke pusat. Selain memberikan anggaran, pemerintah pusat juga memberikan juknis.

Namun, juknis DAK tahun ini tak kunjung rampung. Bahkan, juknis sudah beberapa kali diubah. Awalnya, kata dia, juknis yang dikirim pusat menyebutkan anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan buku kurikulum baru dan sisanya untuk pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan, seperti alat pembelajaran, perpustakaan, dan sarana lainnya.

Namun, penggunaan DAK untuk pengadaan buku kurikulum baru dibatalkan. Dana itu tidak jadi digunakan untuk pengadaan buku karena Kemendikbud sudah mengalokasikan anggaran khusus untuk buku. Juknis DAK akhirnya diubah, Kemendikbud lalu mengeluarkan juknis baru. “Ini sudah dua kali berubah,” kata Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dindik Surabaya ini.

Kabarnya, kata Eko, juknis yang ada sekarang juga masih diperbaiki lagi dan akan ada perubahan. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya Ikhsan menambahkan, perubahan juknis yang dilakukan berpengaruh terhadap penggunaan anggaran. Sebab, daerah tidak berani mencairkan tanpa ada dasar yang kuat. “Kalau tidak ada juknis, tentu kami tidak berani menggunakan anggaran,” katanya. ●arief ardliyanto


Popular content