• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

BDH-Said Laporkan Bawaslu ke DKPP - KarSa Efektifkan Tim Pemenangan Kabupaten/Kota

SURABAYA– Ikon Jempol benar-benar menjadi harga mati bagi pasangan Bambang DH-Said Abdullah (BDH-Said). Gara-gara ikon jempol dihapus, pasangan yang diusung PDI Perjuangan ini berniat melaporkan Bawaslu Jatim ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Laporan itu terkait pemasangan backdrop (latar belakang panggung) saat rapat koordinasi ‘stakeholders’ pe-ngawasan pilkada yang digelar Bawaslu Jatim bekerja sama dengan Bawaslu RI di Surabaya (30/7),” ujar Sekretaris Tim Pemenangan BDH-Said, Sirmadji, kemarin. Acara tersebut dihadiri 400 undangan terdiri dari pemangku kepentingan Pilgub Jatim dan wartawan media cetak maupun elektronik.

Dalam acara itu, backdrop yang ada memuat seluruh foto pasangan calon itu. Hanya saja foto calon Bambang-Said nomor urut 3 dalam backdrop itu diubah secara sepihak oleh Bawaslu Jatim, sehingga tidak sesuai foto pasangan calon yang telah ditetapkan KPU Jatim melalui Keputusan Nomor 19/Kpts/KPUProv- 014/2013 tertanggal 15 Juli 2013. “Sebelum ada kepastian hukum terkait dengan pengubahan foto pasangan calon, Bawaslu Jatim seharusnya menaati segala tahapan yang telah ditetapkan dan dilalui oleh KPU Jatim selaku penyelenggara pemilukada,” ujar Sirmadji.

Pria yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menegaskan bahwa pihaknya menganggap tindakan Bawaslu terkait dengan backdrop tersebut tidak etis. Ia memahami seluruh proses pilkada adalah tahapan hukum dan bagi siapapun yang tidak puas atau tidak menerima keputusan KPU Jatim, bebas menempuh jalur hukum, sehingga segala bentuk protes seharusnya dilakukan melalui gugatan ke PTUN untuk mendapatkan kepastian hukum.

“Bilamana ada, gugatan terhadap keputusan KPU Nomor 19/Kpts/KPU-Prov-014/2013 tanggal 15 Juli 2013, kami pun siap melakukan gugatan intervensi terhadap hal tersebut, karena tidak berdasar dan mengada- ada,” kata politisi asal Trenggalek itu. Sementara itu Menjelang masa kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jatim, tim pasangan Soekarwo – Saifullah Yusuf (KarSa) mulai bergerak. Ketua tim Kar- Sa Toni Sunarto mengatakan, akan menggerakkan semua tim yang ada di setiap Kabupaten dan Kota untuk memaksimalkan masa kampanye nanti.

“Kami sudah membentuk tim tim di setiap kabupaten dan kota, tim inilah yang nantinya akan bergerak lebih intensif di daerah mereka. Termasuk menggelar kampanye, sebab mereka inilah yang lebih mengenal peta pemilih di daerah masing masing,” kata Toni. Agenda kampanye pemenangan pasangan nomor urut 1 ini akan dilakukan di daerah. Tim yang ada di Jalan Citarum 2 Surabaya lebih bertindak sebagai koordinator saja.

Demikian juga tim pemenangan dari partai- partai pendukung juga akan bergerak, langsung dibawah komando Soekarwo (Pakde Karwo) dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Sekarang ini yang sudah mulai dilakukan adalah menyebar spanduk dan baliho baliho KarSa ke semua daerah. Toni memastika ribuan baliho dan spanduk dukungan itu akan terpasang pada masa kampannye 12 Agustus mendatang.

Dia mengatakan, memang untuk saat ini spanduk dan baliho pasangan KarSa tidak banyak dibandingkan pasangan lainnya. “Nanti kalau sudah waktunya kampenye akan banyak baliho dan spanduk KarSa,” sambungnya. Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan bahwa pihaknya siap bersaing dengan calon lain dalam Pilgub Jatim ini. Dia mengharapkan dalam persaingan nanti bisa dilakukan secara fair. “Kami sudah siap dan dari awal memang sudah harus siap,” katanya. ●lutfi/ant

Popular content