• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Kuota Gas 3 Kg Ditambah

CIMAHI – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menambah kuota gas ukuran 3 kg sekitar 12%. Hal itu bertujuan mengantisipasi melonjaknya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah.

Kepala Bidang Perindustrian, Perdagangan, dan Pariwisata Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan, dan Pertanian (Diskoperindagtan) Kota Cimahi Teti Megawati mengatakan, penambahan dilakukan untuk meminimalisasi kekurangan stok gas di sejumlah agen dan pangkalan resmi. “Normalnya, pada Januari– Juli, kuota gas di Cimahi sebanyak 560.800 tabung/ bulan. Namun, memasuki bulan ini, kuota ditambah sekitar 67.500 atau naik 12%,” ujar Mega kepada KORAN SINDOdi Cimahi kemarin.

Dia berharap tidak terjadi kelangkaan gas menjelang Lebaran. “Jika terjadi kelangkaan, dipastikan berdampak pada melambungnya harga. Daripada kekurangan, lebih baik persediaan aman untuk memberikan kenyamanan bagi para konsumen,” tuturnya. Dia menuturkan, meningkatnya penggunaan gas menjelang Lebaran tidak lepas dari meningkatnya kegiatan memasak para ibu rumah tangga. “Karena itu, kami menambah kuota gas. Hal itu merupakan fenomena tahunan yang kerap dilakukan,” ungkapnya.

Harga gas 3 kg saat ini, kata Mega, sampai sekarang masih stabil. Harga eceran tertinggi (HET) masih Rp12.750/tabung, sedangkan di pasaran atau harga eceran mencapai Rp14.000/tabung. “Harga ini sama dengan harga gas sebelum memasuki bulan puasa. Tidak hanya itu, sesuai pantauan, tidak terdapat adanya laporan kekosongan maupun keterbatasan stok di beberapa lokasi,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Kota Cimahi Bambang Arie Nugroho meminta Diskoperindagtan memperketat pengawasan pendistribusian gas menjelang Lebaran. Dia mengatakan, jika masih ada kelangkaan, hal itu harus cepat diselesaikan. “Paling tidak dinas yang bersangkutan langsung berkoordinasi dengan pihak Hiswana Migas maupun memantau langsung ke lapangan untuk mengecek penyebabnya,” tuturnya.

Tujuannya agar masyarakat tidak cemas sehingga membuat harga melambung yang dilakukan sejumlah pengecer seperti beberapa waktu lalu akibat tersendatnya pendistribusian. “Penambahan kuota memang dapat menjadi solusi, tapi alangkah baiknya diiringi pantauan dan pengawasan agar tidak terjadi permasalahan di lapangan karena oknum tertentu,” katanya. dila nashear

Popular content