• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Warga- FPI Bentrok, Lamongan Mencekam

LAMONGAN– Bentrok antara Front Pembela Islam (FPI) dengan warga untuk kesekian kalinya terjadi. Dini hari kemarin, massa FPI Lamongan adu pukul dan senjata tajam dengan warga Dusun Dengok, Desa Kandang Semangkon, Kecamatan Paciran.

Tiga orang terluka bacok dalam insiden ini. Sementara puluhan anggota FPI dari Dusun Gowa, Desa Blimbing, Kecamatan Paciran ditangkap. Tiga warga yang terluka adalah Ryan Kurniawan, 17; Sundari, 31; dan Hamzah Soleh, 21. Ryan mengalami luka bacok di kepala serta tangan kiri, dan sedang dirawat di RS Medika Tuban. Sundari luka bacok di punggung, dirawat di Puskesmas Paciran, sedangkan Hamzah yang juga mengalami luka bacok dirawat di RS Soeyudi Paciran.

Bentrok brutal itu juga menyebabkan rumah milik Mukhlish, 45, warga Dusun Dengok rusak. Dua motor warga ditemukan hangus terbakar di semaksemak sekitar 500 meter bibir pantai Dengok. Polisi juga menyita 50 jenis senjata tajam milik massa FPI yang dijadikan sebagai barang bukti. “Kami juga mengamankan42wargaGowayang diduga anggota FPI serta beberapa warga Dengok,” ujar Kapolres Lamongan AKBP Solehan kepada wartawan, kemarin.

Belum jelas penyebab bentrok tersebut. Namun informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, peristiwa ini dipicu insiden pada malam takbiran Lebaran. Saat itu sekitar pukul 22.00 WIB, tiga warga Dusun Gowa yang memang menjadi anggota FPI yaitu Zainuri alias Zen, Viki dan Gondok menyerang warung internet dan persewaan playstation milik Edo, warga Dengok, di Dusun Gowa.

Dalam penyerangan itu tiga orang teman Edo terluka. Aksi ini membuat warga Dengok mencari tiga pelaku penyerbuan warnet tersebut. Minggu (11/8) pukul 23.00 WIB, Slamet Badiono alias Raden, 35, dan Said, 16, bersama 20 warga lain, mencari Zen di rumahnya. Kesal yang dicari tidak ada, warga menyerang istri Zen bernama Sundari yang dibacok di punggung. Ryan yang berpapasan dengan warga di pertigaan ikut dibacok di kepala dan tangan.

Ryan pun mengalami luka cukup parah. Sempat dilarikan ke Puskesmas di Paciran, namun akhirnya dirujuk ke RS Medika Tuban. Saat ini kondisinya masih kritis. Tidak cukup disitu, mengetahui salah satu istri anggotanya dianiaya, sekitar 40 warga Gowa yang menamakan dirinya FPI pimpinan Zainal Anshori, meluruk ke Kandang Semangkon, rumah Mukhlis. Massa yang dipimpin Faruk Mubarok itu secara membabi buta merusak seisi rumah Mukhlis.

Tidak cukup di situ, massa pimpinan Faruk Mubarok dengan membawa sajam mengamuk. Kebetulan ada kerumanan massa lari tunggang langgang. Enam motor yang ditinggal ikut dirusak. Dua di antaranya dibakar. Salah satu warga bernam Hamzah Soleh dianiaya hingga dilarikan ke puskesmas. Polisi gabungan Polsek Paciran dan Polres Lamongan datang ke lokasi setelah massa FPI membubarkan diri.

 Namun polisi segera menyisir lokasi-lokasi bentrok di Gowa maupun di Dengok dipimpin Wakapokres Lamongan Kompol Yudhistira hingga Masjid Darussalam, tempat berkumpulnya massa FPI. Hasilnya, 42 orang termasuk Zainal Anshori diamankan sementara ke Mapolsek Paciran.

Polisi juga mengamankan warga Dengok yang sempat menjadi pimpinan penyerbuan yaitu Said dan Selamet Badiono. Hanya Zen warga Gowa yang sampai berita ini ditulis belum tertangkap. “Pokoknya mencekam semalam. Kayak lagi perang. Warga yang tidak tahu menahu takut keluar rumah,” ujar salah satu warga Dengok, Desa Kandang Semangkon, Paciran.

Tidak cukup anggota Polres Lamongan, bantuan dari Polres Bojonegoro maupun Brimob Polda Jawa Timur ikut diterjunkan ke lokasi bentrok. Sampai kemarin mereka masih berjagajaga di Dengok dan Gowa mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrok susulan. “Kami juga meminta keterangan Mukhlis dan istrinya terkait pengerukan rumahnya. Sampai saat ini kami masih mendalami motif terjadinya bentrokan antara warga dan ormas tersebut,” kata Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Hasran.

Hasran menyatakan sudah ada pengerucutan nama tersangka dalam bentrok ini. Hanya dia mengaku belum bisa menyebutkan identitasnya. “Kami fokus mengejar salah satu warga Gowa bernama Zen. Sebab dia yang mengerti asal usul penyerangan ke warnet hingga meluas menjadi bentrok antarwarga tersebut,” ujar dia.

Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono memastikan bentrok tersebut kasus kriminal murni. Tidak ada latar belakang politis di balik peristiwa ini. Perwira dengan dua bintang di pundak ini minta masyarakat tidak terpancing dan tidak main hakim sendiri. Apalagi bertindak anarkistis.

“Itu kriminal murni, kami sudah amankan 42 orang dari FPI, dan dua lainnya dari pihak warga yang mengalami luka untuk dimintai keterangan. Sementara, ada lainnya yang diduga sebagai pelaku statusnya DPO dan masih dikejar,” kata Unggung seusai menghadiri pemaparan visi-misi cagub-cawagub Jatim di Gedung DPRD Jatim, kemarin. ashadi ik/ soeprayitno

Popular content