• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Olahraga Turunkan Risiko Wanita Gemuk Kena Endometriosis

Manfaat olahraga memang tak diragukan lagi. Sebuah studi terbaru mengungkapkan, olahraga teratur bisa mengurangi risiko kanker endometrium pada perempuan yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

“Aktivitas fisik sedang dan berat memang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker endometrium bagi perempuan obesitas. Namun, hal ini tak cukup signifikan bagi perempuan kurus,” kata Christina M Dieli- Conwright, seorang peneliti dari Beckman Research Institute of City of Hope, Duarte, California, seperti dilansir Reuters. Manfaat olahraga sebelumnya juga sudah banyak ditemukan. Antara lain mengurangi risiko kanker payudara.

Hasil studi yang telah dipublikasikan dalam British Journal of Cancerini mengungkapkan, sebelumnya juga telah dilakukan beberapa penelitian yang hubungan menguak hubungan antara aktivitas fisik dan penurunan risiko kanker endometrium. Dalam studi kali ini, peneliti mengamati 93.888 responden di Teachers Study. Dari jumlah tersebut, 976 perempuan di antaranya didiagnosis dengan kanker endometrium.

Hasilnya, perempuan dengan berat badan berlebih yang melaporkan rutin memiliki aktivitas fisik sebanyak tiga jam seminggu memiliki risiko 24% lebih rendah untuk terkena kanker endometrium selama belasan tahun ke depan, jika dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki aktivitas fisik kurang dari 30 menit tiap minggunya. Namun, hasil ini tak terlihat signifikan pada mereka yang memiliki berat badan normal. “Aktivitas fisik tampaknya lebih terkait dengan rendahnya risiko kanker endometrium pada perempuan yang kelebihan berat badan atau obesitas,” ujar Dr Alpa Patel, ahli epidemiologi American Cancer Society Atlanta.

Dia mengungkapkan, ada dua mekanisme olahraga dapat mengurangi risiko kanker endometrium, yaitu dengan membantu si perempuan tersebut menurunkan berat badan dan dengan mengurangi secara langsung tingkat sirkulasi estrogen. “Bahkan tanpa adanya penurunan berat badan, kita melihat bahwa ada nilai positif menjadi aktif secara fisik terkait risiko kanker endometrium,” kata Dr Patel.

Meskipun hubungan antara aktivitas fisik dan risiko kanker endometrium tidak terlihat pada perempuan dengan berat badan normal, bukan berarti lantas mereka tak butuh olahraga. Dr Patel mengatakan, penelitian lain telah menunjukkan manfaat olahraga yang sangat baik untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. ● wuri/reuters

Popular content