• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Polda: Kasus Siska Murni Curas

BANDUNG – Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Martinus Sitompul menegaskan kasus pembunuhan Fransiska (Siska) Yopi murni tindakan pencurian dengan kekerasan (curas).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), barang bukti, dan pengakuan pelaku, diketahui kasus penjambretan tersebut berujung pada penganiayaan yang menewaskan Siska. “Semua dilakukan berdasarkan fakta, dan apa yang terjadi di lapangan bukan atas dasar opini atau dugaan,” ujarnya, kemarin.

Meskipun banyak pihak yang meragukan atau mempertanyakan berbagai kemungkinan dalam kasus tersebut, kepolisian menghormati semua pendapat yang diungkapkan. Akan tetapi, polisi tidak bisa bekerja atas dasar asumsi atau opini. “Kita bekerja berdasarkan barang bukti dalam setiap pengungkapan kasus,” katanya.

Kapolsek Sukajadi AKP Sumi mengatakan, saat ini kasus pembunuhan Siska ditangani Polrestabes Bandung, walaupun tempat kejadian ada di wilayahnya. Hingga kemarin, dia belum menerima pemberitahuan akan digelar rekonstruksi. Sekadar mengingatkan, menurut keterangan saksi di lapangan, Branch Manager PT Verena MultiFinance Siska tewas diseret, kemudian dibacok oleh pengendara sepeda motor Suzuki Satria di Jalan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Senin (5/8) malam.

Di bagian kepala dan dahi ditemukan luka bacok serta sekujur tubuh luka-luka akibat diseret. Sementara menurut keterangan kepolisian, Siska tewas akibat terseret gir motor. Polisi telah menangkap pelaku pembunuhan yakni W, 45, paman; dan A, 33, keponakan. Motif pembunuhan dilatarbelakangi penjambretan barang berharga milik korban. Keduanya dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian disertai Kekerasan, dengan ancaman minimal 20 tahun penjara dan hukuman mati.

Sementara itu, pelaku W mengaku tidak bermaksud membunuh korban. Awalnya dia hanya ingin mengambil tas milik korban yang berada jauh dari korban. “Saat itu sempat terjadi perebutan. Dalam waktu singkat, korban bisa lepas dan kami melarikan diri ke daerah Sukawana, lalu ke wilayah Cianjur,” ujar W beberapa waktu lalu.

W mengatakan sangat terkejut dengan pemberitaan di televisi terkait pembunuhan yang dilakukannya. “Saya baru melihat beritanya pada hari ditangkap. Saya tidak menyangka jadi seperti ini, karena sebelumnya tidak pernah mengenal polisi maupun korban sebelumnya,” tuturnya. Kasus pembunuhan terhadap Siska mendapatkan perhatian tinggi dari masyarakat.

Kondisi Siska yang sangat mengenaskan menjadi salah satu penyebabnya. Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Suhardi Alius, beberapa waktu lalu pun menginstruksikan jajarannya untuk mengungkap secara tuntas kasus pembunuhan Siska.

“Saya perintahkan untuk terbuka, bahkan saya perbantukan tim dari Polda untuk mengungkap. Saya minta penyidik juga untuk terbuka ungkap semuanya,” tegasnya. raden bagja mulyana

Popular content