• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Gaya Kampanye Empat Kandidat Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur (2) - Murah Meriah yang Penting Kena

Siapa tak kenal dengan Eggi Sudjana? Kegigihan Eggi saat memimpin aksi pembubaran sumbangan dana sosial berhadiah (SDSB) pada 1993 diuji pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2013.

Eggi yang berpasangan dengan M Sihat harus bertarung dengan raksasa seperti pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf yang didukung puluhan parpol. Namun bukan Eggi namanya bila kehilangan ide. Pengacara kondang ini membuktikan dirinya layak bertarung. Setelah tersendat masalah KTP dukungan pada tahap verifikasi, Eggi lolos babak pencalonan dengan sangat mengesankan. Seperti apa gaya kampanyenya?

Pasangan ini mengusung slogan Bersama Rakyat Eggi-Sihat (Beres) Menuju Jatim Bertaqwa. Dibanding tiga pasangan lain yang diusung parpol, banyak perbedaan dari cagub-cawagub nomor urut 2 ini. Contoh sederhana dari keberadaan posko pemenangan dan titik bertemu para relawan. Jika tiga kandidat lainnya menjadikan rumah sebagai posko, pasangan Beres justru sebaliknya.

Sejak awal pengumpulan jutaan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai syarat pencalonan jalur independen, Eggi-Sihat menjadikan salah satu unit Apartemen Somerset Surabaya sebagai posko. Unit tersebut sebelumnya adalah kantor Eggi Sudjana menjalankan praktik kepengacaraannya untuk wilayah Jatim dan Indonesia Timur. Selama berkonsentrasi tahapan pilkada, kampanye terbuka, hingga pemungutan suara, Eggi menetap di Surabaya.

Salah satu kamar Hotel Somerset yang berada satu kompleks dengan apartemen dijadikan tempat tinggalnya. Tak jarang kamar ini juga berfungsi sebagai tempat koordinasi relawan. Singkatnya dari balik tembok apartemen dan kamar hotel, relawan Beres mengendalikan pergerakan kampanye di 38 kabupaten/kota. “Posko Eggi-Sihat ini sebelumnya adalah kantor advokat Eggi Sudjana & Partners,” ungkap Fatoni, ketua tim pemenangan Eggi-Sihat.

Selain blusukanke pasar-pasar, Eggi-Sihat juga melakukan kampanye murah meriah lainnya. Salah satunya dengan mendatangi resepsi pernikahan warga. Ini seperti yang sudah dilakukan di Lumajang. Menariknya Eggi juga naik panggung hajatan untuk berorasi.

Eggi mengajak para undangan yang menghadiri resepsi datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 29 Agustus 2013. Eggi minta masyarakat memilihnya untuk menjadikan Jatim baru. Karena untuk mengubah Jatim, tergantung masyarakat. “Semua kekayaan alam di Jatim harus untuk kemakmuran masyarakat,” kata Eggi.

Kedatangan Eggi-Sihat mengagetkan para undangan hajatan yang dihibur orkes melayu. Di antara yang hadir hanya tersenyum menyikapi kampanye tersebut. “Kita tidak memiliki perangkat seperti incumbent, Bangsa, dan Berkah, jadi pilih ke tempat berkumpulnya masyarakat,” kata Eggi.

Cara lain kampanye murah meriah, tapi mampu menarik perhatian publik adalah dengan kampanye di atas truk trailer. Di sejumlah daerah yang menjadi titik kampanyenya, Eggi-Sihat berada di atas trailer yang diparkir sekitar pasar, terminal, dan titik keramaian lain. “Kami merdeka, lawan siapa saja tanpa beban. Sehebathebatnya Bambang masih takut sama Megawati, sehebathebatnya Soekarwo masih takut sama SBY, sehebathebatnya Khofifah masih takut sama Muhaimin,” kata pria berkacamata minus ini.

Pakar komunikasi politik Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya Hartopo Eko Putro menilai, kampanye blusukandi titik keramaian sahsah saja. Pria asli Yogyakarta ini menilai kampanye spontanitas tanpa rencana seperti mendatangi acara perkawinan dinilainya sebagai bentuk kampanye tak terorganisasi. “Dampaknya ada, tapi sulit mengena,” katanya.  SOEPRAYITNO Surabaya

Popular content