• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Warga Beri Hasil Bumi dan Kerajinan Tangan

Puluhan ribu warga Sumedang pada Minggu (25/8) berkumpul di Alun-alun Sumedang Kota. Mereka yang berasal dari berbagai rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) bergembira mengikuti pawai rakyat memperingati HUT Ke-68 Republik Indonesia (RI).

Setiap RT/RW menampilkan ciri khasnya masing-masing, baik berupa atraksi kesenian, permainan anak-anak, parodi, maupun karya-karya sederhana kendaraan hias atau arak-arakan rakyat lain. Dalam acara itu, warga memberikan hasil bumi dan kerajinan tangan, beberapa di antarnya diberikan langsung ke tangan bupati. Pemberian itu merupakan simbol komunikasi antara rakyat dan pemimpinnya.

Ada seba (pemberian) dalam istilah Sunda, yaitu pemberian dari rakyat kepada raja, dalam hal ini bupati.Seba berbentuk bermacam-macam hasil dari tangan rakyat, dimulai dari hasil bumi, kerajinan tangan, hingga hasil produksi yang lebih modern seperti industri kecil rumah tangga. Namun, bagi rakyat, senyuman kecil dari bupati merupakan sebuah pemberian yang bernilai. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumedang mengatakan, banyak hal harus dipelajari dari pawai rakyat tersebut.

Pawai tersebut secara sederhanadapatdiartikan sebagaipembauranantara pemerintahdanrakyat. Pemerintahlarutkedalammasyarakat, begitupunsebaliknya. “Ada tuntunannilai-nilaiyangharus diterapkan, baikuntukkehidupan sehari-harimaupununtukpembangunan( daerah). Kehidupan, isinya sepertiitu,” kataHermandi sela-selaacarapawai. Kendati demikian, warga juga menyampaikan kritikan kepada pemerintah.

Seperti mengusung poster bertuliskan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) yang diplesetkan menjadi bantuan langsung sasaran meleset. Selain itu, terdapat sebuah saung yang diberi nama rumah tak layak huni untuk menyampaikan pesan bahwa masih banyak rumah tak layak huni yang tidak tersentuh program pemerintah tentang renovasi rumah-rumah tak layak huni. ●

ZULFIKAR
Kabupaten Sumedang

Popular content