• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Pemkot Lamban Sikapi Normalisasi BKT

SEMARANG – Rencana penataan dan normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT), ternyata sudah diwacanakan cukup lama oleh pemerintah.

Hanya, hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan meski pemerintah pusat sudah siap membantu merealisasikannya. Pengamat pembangunan Kota Semarang, M Farkhan mengatakan, kalau ingin menangani BKT, pemerintah juga harus menggarap sistem daerah aliran sungai (DAS) penunjang, yaitu Sungai Dolok, Sungai Babon dan Sungai Sayung. “Dalam hal ini pemkot harus bisa paralel dan sinkron dalam hal perencanaan maupun kerja sama dengan Pemprov Jateng. Selain masalah anggaran yang besar, penanganan ini akan berimbas pada sistem DAS di wilayah sekitar,” katanya, kemarin.

Pemkot dinilainya cukup lamban dalam menyikapi rencana tersebut. Buktinya saat ini proses tahapan yang menjadi kewenangan pemerintahkotabelumdilaksanakan. Bahkan studi kelayakan juga belum dibuat, sebelum masuk ke tahapan lain seperti pembuatan Detailed Engineering Design(DED). “Pembagian kewenangannya, kalau tidak salah pemkot memiliki tugas membuat Resetlement Action Plan (LARAP) atau Rencana Kerja Pengadaan Tanah, analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dikerjakan pemerintah provinsi dan DED serta fisik oleh pemerintah pusat,” katanya.

Kalangan DPRD Kota Semarang meminta kepada para PKL di Jalan Barito untuk tidak resah terkait rencana relokasi dan normalisasi BKT. Usai mendengar aspirasi para pedagang, Supriyadi, Wakil Ketua DPRD Kota mengatakan, dirinya siap mengawal dan menyampaikan unek-unek pedagang ke eksekutif. “Kami menilai bahwa PKL memang perlu disambangi dan diajak komunikasi. Mereka menyampaikan aspirasinya untuk diajak rembugan sehingga Kota Semarang tetap kondusif,” katanya.

PKL Barito tidak ingin direlokasi jauh dari tempat mereka mencari rezeki di sepanjang Jalan Barito. Sebab, biladipindahketempat yang jauh, dikhawatirkan usaha mereka akan mati perlahan. Termasuk menolak relokasi ke Pasar Klitikan di Penggaronkarenalokasinya masuk ke dalam, kurang strategis dan aksesnya tidak memadai. m abduh

Popular content