• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Pasar Laptop Tertolong Dollar yang Menguat

YOGYAKARTA – Penjualan produk laptop atau notebook di Kota Yogyakarta terdongkrak menguatnya nilai tukar USD (dollar) terhadap rupiah.

Meski harga perangkat komputer lain naik, banyak pedagang yang tetap membanderol notebook dengan harga lama. Ini merupakan momen tepat bagi konsumen untuk membeli notebook sebelum harganya ikutan naik. Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) DIY Budi Setiawan Indarto mengatakan, saat ini hampir semua perangkat komputer harganya sudah naik. Kenaikan bisa mencapai 10%, tetapi dilakukan secara bertahap.

Meski begitu, notebook merupakan salah satu perangkat komputer yang harganya stagnan dan belum tergerak naik. Banyak pedagang dan pengusaha yang masih mempertahankan harga lama. Mereka ingin menghabiskan stok yang dimiliki, akibat lesunya pasar notebookpada triwulan sebelumnya. “Hanya notebook yang belum naik, banyak yang akan menghabiskan stok di gudang,” ucap Budi. Dewan Pembina Apkomindo DIY Willy Sudjono mengatakan, hampir semua perangkat dan produk komputer menggunakan harga dasar USD.

Akibatnya, ketika kurs USD meningkat, harga akan menyesuaikan. Imbasnya, harga tinggi dan membuat daya beli masyarakat turun. “Kalau pemerintah tidak segera memperbaiki, kita perkirakan pasar komputer bisa turun hingga 50%,” ucap pemilik Toko Winograhakom. Pasar komputer di Yogyakarta memiliki pangsa pasar 7% secara nasional. Yang mana setiap tahun ada sekitar 2 juta komputer yang dijual ke pasar. ● kuntadi

Popular content