• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Polisi Blokir 19 Rekening Indotronik

MARTAPURA– Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, kemarin mengajukan pemblokiran 19 rekening milik direktur utama (Dirut), komisaris, dan pegawai CV Indotronik dari lima bank nasional yang berjumlah miliaran rupiah.

“Dari hasil pengembangan penyelidikan dan penelusuran barang bukti. Penyidik menemukan 19 rekening atas nama Dirut CV Indotronik Albertus Prima Dhani Irawan, Komisaris CV Indotronik Kurniawan yang tak lain ayah Albertus. Kemudian rekening Kristin yang merupakan istri Albertus dan beberapa karyawan. Untuk mengantisipasi terjadinya transaksi rekening itu penyidik sudah mengajukan pemblokiran,” ujar Kapolres OKU Timur AKBP Hengky Widjaya didampingi Kasat Reskrim AKP Janton Silaban, kemarin.

Hengky menuturkan, sebanyak 19 rekening yang diblokir berasal dari lima bank, yakni BRI, BCA, Bank Sumsel-Babel, dan Mandiri. “Berdasarkan hasil penyelidikan rata-rata transaksi dalam rekening tersebut sebesar Rp 1,2 miliar per hari. Sementara saldo dari rekening masing-masing maksimal Rp6 miliar dan minimal Rp2 miliar,” ujarnya. Tak hanya itu, pihaknya sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus investasi bodong yang merugikan ribuan nasabah hingga triliunan rupiah.

“Ketiga tersangka tersebut yakni Albertus yang saat ini buron, Kurniawan dan Kristin yang berperan sebagai bendahara atau bagian keuangan CV Indotronik,” ujar Hengky. Dasar penetapan ketiga tersangkakarenaterlibataktifmenjalankan perusahaan yang tidak memiliki izin usaha investasi. Saat ini dua tersangka sudah diamankan yakni Kurniawan dan Kristin, sedangkan Albert masih dalam pengejaran polisi.

“CV Indotronik hanya memiliki izin perdagangan umum maupun usaha umum dari Pemkab OKU Timur. Sementara aktivitas sehari-harinya ternyata mencari investor melalui nasabah dengan berdalih bagi hasil jual beli pulsa,” katanya. Selain mengamankan 19 buku rekening bank, pihaknya juga mengamankan sejumlah komputer dan berkas laporan keuangan. “Kami juga menemukan mobil tersangka AlbertuspadaSelasa( 27/8), diparkiran Bandara SMB II,” ujarnya.

Saat ini Polda Sumsel sudah mengirimkan tim khusus untuk membantu Sat Reskrim Polres OKU Timur melakukan penyelidikan. “Langkah yang kami lakukan, yakni pencekalan melalui Imigrasi serta menjerat ketiga tersangka dengan UU 10/2011 tentang perubahan dan undang-undang nomor 32/1997 tentang perdagangan berjangka komoditi.

Selain itu, menjerat tersangka dengan pidana penipuan dan penggelapan sesuai pasal 372 dan pasal 378 atau pasal 64 KUHP tentang kejahatan yang dilakukan berulang-ulang,” ujarnya. Sementara itu, Kadisperindag OKUTimurJJuandamembenarkan SIUP CV Indotronik dikeluarkanolehDisperindagOKUTimur. “Tapi jenis usahanya perdagangan umum dan sudah tidak diperpanjang lagi,” ungkapnya.

SIUP CV Indotronik dikeluarkan Disperindag OKU Timur pada 26 Agustus 2010. Saat itu Kadisperindag OKU Timur dijabat Thabrani Noer. Dalam SIUP nomor:510/025/PM-b/- VII/2010 tercantum nama perusahaan CV Indotronik beralamat di Desa Tegal Rejo Kecamatan Belitang dengan pimpinan Albertus Prima Dhani Irawan. “Sementara kegiatan usaha yakni perdagangan dalam negeri, kelembagaan persekutuan komoditi (CV) dan perdagangan umum dengan modal usaha Rp300 juta.

Terakhir melakukan perpanjangan SIUP pada Juni 2013,” ucap dia. Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, Polda Sumsel melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) membantu Polres OKU Timur untuk menangkap Dirut CV Indotronik Albertus Prima Dhani Irawan. “Polda Sumsel sifatnya mem-back up saja atau membantu. Untuk penanganan kasus ini sepenuhnya masih dilakukan penyidik Satuan Reskrim Polres OKU Timur.

Jadi belum diambil alih penyidik Polda Susmel,” ungkap Djarod di Mapolda Sumsel, kemarin. Apabila Polres OKU Timur membutuhkan bantuan secara teknis maupun nonteknis, kata dia, pastidibantu.“Dariinformasi dua tersangka kasus ini yang berinisial K sudah diamankan di Mapolres OKUT,” ucapnya. Saat ini, status ketiga tersangka sudah dicekal keluar negeri dan semua keuangannya di bank sudah diblokir. dadang dinata/ ade satia pratama


Popular content