• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Jaminan Kesehatan Mulai 2014

JAKARTA – Implementasi jaminan kesehatan bagi rakyat Indonesia oleh Badan Pe nyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) dipastikan dimulai 1 Januari 2014. Pe lak sanaan akan berjalan bertahap dengan mengikutkan 140 juta peserta.

“Diharapkan dalam kurun wak - tu 5 tahun kepesertaan sudah mencangkup seluruh pen du - duk Indonesia,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rak yat (Menko Kesra) Agung Laksono saat ditemui di Kantor Ke menko Kesra di Jakarta ke - ma rin. Selain itu, draf pe ru ba - han atas Perpres Nomor 12/2013 tentang Jaminan Ke - seha tan sudah selesai Agustus 2013 dengan menambah subs - tansi iuran PBI dan non-PBI.

Agung mengatakan, besar iuran untuk peserta pekerja bukan penerima upah dan pe - serta bukan pekerja ber da sar - kan nominal, bukan per sen - tase, yaitu untuk rawat inap per orang per bulan kelas tiga se - besar Rp25.500, kelas dua Rp42.500, dan kelas satu Rp59.500 dengan sistem pem - ba yaran iuran minimal tiga bu - lan di depan. Berkaitan dengan ini, program Jamkesda ke de - pan tetap dialokasikan bagi pen duduk miskin dan tidak mampu yang belum tercakup dalam penerima bantuan iuran (PBI).

Dana yang dianggarkan untuk Jamkesda diserahkan pengelolaannya kepada BPJS di mana iuran dan man faatnya disesuaikan deng an PBI. Untuk itu, dibutuhkan penjabaran teknis terhadap Per mendagri Nomor 27/2013 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2014. Jamkesda, kata Agung, dapat melayani 96 juta–97 juta jiwa dengan mengecilkan jum - lah yang terlayani atau terkover (covered) dengan menaikkan unit cost-nya.

Maka sebelum semua masyarakat menda patkan jaminan kesehatan dari BPJS, pengguna Jamkesda da - pat menikmati jumlah PBI yang sama. “Pengurangan dalam Jam kesda akan dilakukan ber - ta hap sampai pada 2019 tidak ada lagi Jamkesda,” katanya. Un tuk itu, akan dilakukan uji coba pada No vem ber–De sem - ber 2013 di enam provinsi, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), DKI Jakarta, Jawa Ba - rat, Gorontalo, Sumatera Barat, dan Sulawesi Utara.

Selain itu, Agung me nga ta - kan, untuk iuran bagi pekerja for mal pada masa transisi ber - laku dari Januari 2014 hingga pertengahan 2015 selama 18 bulan dengan alokasi sebesar 5%. Kendati demikian perinci - ann ya dari pemberi kerja mem - bayar 3,5%, pekerja 0,5%, dan subsidi pemerintah 1%. “Se te - lah pertengahan 2015 alokasi akan kembali 5% dengan kom - posisi 4:1, yaitu 4% di tan g - gung pemberi kerja, 1% oleh pekerja,” tegasnya.

Sementara Sekjen Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) Said Iqbal mengatakan pada prinsipnya pada 1 Januari 2014 tidak ada lagi masyarakat yang ditolak jika berobat ke rumah sakit. “Masyarakat harus men - dapatkan pelayanan kesehatan pada 1 Januari 2014. Tidak ada lagi yang ditolak,” tandasnya. Iqbal juga mengingatkan pemerintah agar jangan sampai penerapan jaminan kesehatan itu bertentangan dengan kon - stitusi seperti badan hukum dan kepesertaannya tidak ber - tahap.

“Jaminan kesehatan ini ha rus terintegrasi karena ter - kait dengan prinsip por ta bi li - tas. Jika terpisah, hal itu ber - tentangan dengan konstitusi,” kata dia. Sementara itu, Ke men - terian Kesehatan (Ke menkes) kekurangan 500 dokter pe ga - wai tidak tetap (PTT) untuk ditempatkan di daerah ter pen - cil dan sangat ter pencil.

Kepala Biro Ke pe ga waian Kemenkes Pattiselanno Roberth mengatakan, untuk da pat memenuhi ke - butuhan kesehatan masyarakat sampai pada pelosok daerah di - bu tuh kan 1.700 dokter dan dokter gigi. Sebelumnya pada Juni lalu Kemenkes sudah meng angkat 302 dokter dan dokter gigi PTT. Sebagian besar dokter PTT nantinya mengisi farmasi di daerah sangat terpencil di Provinsi Papua dan Kali man - tan.

Walaupun jumlah dokter PTT mencapai 60%, hal ter se - but dinilai masih kurang untuk mengisi daerah terpencil di pro - vinsi lain. “Jadi sekitar 500 farmasi daerah oleh para dokter PTT tersebut kurang diminati. Padahal kita sudah menga ko - modasi dengan anggaran yang sudah disiapkan,” katanya. layu rachmaningtyas

Popular content