• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Polres Wajo Tahan Dua Tersangka

SENGKANG– Polres Wajo menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 11 ruang kelas baru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sabbangparu kemarin.

Kedua tersangka yang ditahan itu adalah mantan Kepala Sekolah (Kasek) SKMN 1 Sabbangparu Sujasmin dan M Ashar. M Ashar merupakan pihak ketiga sekaligus konsultan pengawas pembangunan 11 ruang kelas tersebut. Penahanan terhadap kedua tersangka itu dilakukan sekitar pukul 10.00 Wita kemarin.

Tak ada perlawanan dalam penahanan tersebut sehingga penahanan berjalan lancar. “Rencananya besok kedua tersangka akan kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sengkang,” kata Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Wajo Ipda Syamsurijal kepada KORAN SINDOdi Sengkang kemarin.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulsel ditemukan kerugian negara sebesar Rp236 juta. “Kedua tersangka dijerat Pasal 2, 3, dan 12 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi dengan ancamanhukumanpenjaramaksimal 20 tahun,” katanya.

Sudirman, kuasa hukum Sujasmin, berharap kliennya bisa mengungkap ke mana saja aliran dana tersebut. “Kami sudah berkomitmen dengan klien kami. Kalaupun tidak terungkap di polisi dan kejaksaan, tentu akan terungkap pada persidangan di Pengadilan Tipikor Makassar,” katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan temuannya, aliran dana itu mengalir kesejumlah pihak, terutama kepada para pejabat. Sudirman mengaku kliennya akan kooperatif dengan mengikuti proses hukum yang berlaku. Kliennya juga siap memberikan keterangan siapa saja yang terlibat dalam kasus itu. “Proyek ini tidak rampung karena uang habis. Karena anggaran banyak dipakai tidak sesuai dengan peruntukannya,” kata Sudirman.

Seperti diberitakan KORAN SINDO sebelumnya, Unit Tipikor Polres Wajo menetapkan dua tersangka pada kasus dugaan korupsi pembangunan ruangan baru di SMKN 1 Sabbangparu tahun anggaran 2011 pada Maret lalu. Mereka yang ditetapkan sebagi tersangka adalah mantan Kepala SMKN 1 Sabbangparu Sujasmin dan konsultan pengawas pembangunan M Ashar.

Informasi yang dihimpun KORAN SINDOmenyebutkan, pembangunan11ruangan baru di SMKN 1 Sabbangparu tahun anggaran 2011 menghabiskan dana Rp1,4 miliar. Rinciannya, Rp700 juta berasal dari APBD dan Rp700 juta dari APBN. jumardi nurdin

Popular content