• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Tuntut Legalitas, Ratusan Mahasiswa FK UISU Demo

Mahasiswa FK UISU Al Munawwarah bersama alumni, berunjuk rasa di kampus mereka , di Jalan Sisingamangaraja, Medan, kemarin. Mereka menuntut pihak rektorat menyelesaikan masalah ijazah alumni fakultas tersebut, yang tidak diakui oleh pihak Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh.

MEDAN – Ratusan mahasiswa dan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Al Munawwarah, Medan berunjuk rasa menuntut pihak yayasan menyelesaikan legalitas mereka sebagai mahasiswa kedokteran, Jumat (6/9) siang.

“Kami butuh kejelasan tentang legalitas dan akreditasi FK UISU Al Munawwarah,“ teriak mahasiswa. Mahasiswajugamenuntutpihak universitas mendaftarkan mereka ke Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED). Takhanyaitu, mereka mendesak agar rektor memperjuangkan nasib para alumni yang terganjal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta memberikan penjelasan kepada mahasiswa tentang pelaksanaan wisuda dan penerimaan mahasiswa baru (PMB).

”Kami akan pindah dari kampus Al Munawwarah ke kampus Al Manar apabila pihak yayasan tidak segera menyelesaikan tuntutan ini,” ujar Alfonso Yesa, seorang mahasiswa yang juga mantan Gubernur FK UISU. Diketahui, konflik yang terjadi di Yayasan UISU sudah berlangsung selama tujuh tahun, dan hingga kini belum menemui titik terang. Konflik ini merupakan buntut pertikaian pengurus yayasan, sehingga UISU terpecah menjadi dua, yakni kampus Al Munawwarah di Jalan Sisingamangraja, dan Kampus UISU Al Manar di Jalan Karya Bakti Medan Johor.

Sebelumnya, Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Sumut-Aceh mengeluarkan surat larangan kepada UISU Al Munawwarah melaksanakanwisudadanPMB. Kondisi inilah yang memicu kegelisahan para mahasiswa. Alfonso meminta pihak yayasan maupun rektorat menyelesaikan masalah ini dalam waktu 3x24 jam.

“Kalau memang tidak bisa menjamin nasib kami lebih baik, kalian (rektor dan dekan) mundur dari jabatannya,“ teriak Alfonso disambut tepuk tangan mahasiswa lainnya. Menanggapi tuntutan mahasiswa, Rektor UISU Al Munawwarah Prof Dr Zulkarnain Lubis meminta waktu sepekan untuk menyelesaikan persoalan ini. Pasalnya, dua hari ini merupakan akhir pekan, dimana kantor pemerintahan sedang libur. Dikatakan Zulkarnain, persoalan ini bukan urusan kopertis lagi, mengingat empat pimpinan instansi terdahulu sampai saat ini selalu berbeda pendapat tentang status UISU.

“Masalah ini akan saya bawa secepatnya ke Direktur Perguruan Tinggi (Dikti) dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT),“ ungkapnya. Maka dari itu, dirinya meminta waktu lebih untuk menyelesaikan permasalahan pelik ini. Dia memastikan setelah 7x24 jam, mahasiswa akan mendapatkan jawaban dari persoalan ini. “Saya akan perjuangkan nasib kalian semua, jadi mohon bersabar dan minta perhatiannya,“ ucapnya.

Menanggapi surat edaran dari kopertis yang melarang kampus melakukan prosesi wisuda dan PMB, Zulkarnain menyebutkan bahwa pihak kampus tidak mungkin menahan hak mahasiswa yang telah menyelesaikan kewajiban akademisnya. “Tidak mungkin saya larang mahasiswa yang ingin wisuda setelah urusan akademisnya selesai. Itu hak masingmasing mahasiswa yang harus dilaksanakan,“ katanya.

Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh Prof Dian Armanto membenarkan telah menyurati pihak Yayasan UISU Al Munawwarah untuk tidak melakukan wisuda dan PMB. Dia mengaku hanya menjalankan tugas. Sebab, keputusan legal atau tidaknya sebuah universitas itu kewenangan Dikti dan BAN-PT. rholand muary

Popular content