• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Palembang Menyambut ISG - Pedagang Suvenir Berdoa Event Kali Ini Ramai

Meski masih sepekan lagi digelar, pedagang suvenir Islamic Solidarity Games (ISG) sudah mulai menjamur di sekitar kawasan Jakabaring, yang menjadi pusat semua kegiatan pertandingan.

Namun demikian, sebagian pedagang mengaku masih sepi pembeli. Singo, 40, warga Semarang misalnya. Dia mengaku, sudah mulai menjajakan aneka suvenir ISG sejak hari Jumat (13/9) lalu, persis di seberang Kantor Utama Bank Sumsel Babel (BSB) Jakabaring. Meski sudah menggelar lapak sejak pagi, aneka suvenir yang dijualnya, diakuinya belum begitu banyak terjual.

“Kalau sekarang belum banyak yang beli, untungnya paling cukup buat makan sehari-hari. Nanti, hari H biasanya baru ramai,” ujar Singo ramah. Walau masih sepi, dia memilih tetap menjajakan dagangannya, untuk membuat suasana pertandingan makin seru dan meriah. Selain topi suporter berbentuk cula berwarna merah putih, aneka sal, kaus dewasa hingga boneka ISG juga dijajakannya, untuk menarik perhatian pembeli. Semua barang itu dipasok khusus dari Semarang sejak sepekan lalu.“Bawa tiga karung dulu.

Nanti, kalau ramai ya dipasok lagi. Kita juga belum tahu, ini (pelaksanaan ISG) ramai apa enggak, makanya lihat dulu,” jelas dia. Suvenir yang dijajakannya dipatok harga bervariasi, Rp20.000/pcs untuk topi, dan kaus mulai Rp50.000- Rp70.000/pcs. Sedangkan boneka ISG dijual seharga Rp65.000/pcs. Jenisnya juga lumayan banyak, ada yang berupa kaus bola, kaus ISG, jaket hingga kaus berkerah dan boneka berbgai ukuran.

Seperti banyak event lain yang dia datangi, Singo mengaku, biasanya dia hanya mengambil untung Rp5000-Rp10.000 saja untuk tiap souvenir yang dijualnya. “Kalau di kita ini, yang beli kebanyakan penonto, yang orang-orang Palembang sini. Kalau atlet mereka jarang beli disini,” jelas pria yang sering berpindah-pindah jualan itu. Walaupun belum begitu ramai, Singo mengaku masih tetap optimistis, kegiatan ISG di Palembang akan ramai, meski tak sefantastis saat SEA Games kemarin.

Karena itu, meski belum banyak laku terjual, hingga kemarin dia memilih tetap bertahan hingga ISG digelar 22 September-1 Oktober mendatang. ”H+1 dan H+2 itu biasanya ramai, sehari bisa habis 4-5 lusin pakaian. Untungnya juga lumayan. Cuma, ya itu tadi, harus tahan pindah-pindah (jualan),” jelasnya. Senada dikatakan pedagang lainnya, Anto. Pedagang asli Jawa ini mengatakan, berjualan suvenir bola di event olah raga seperti ini, sudah menjadi mata pencarian mereka.

Bahkan, mereka sudah tak asing lagi ke kawasan Jakabaring. Diantara sekian banyak suvenir yang dijual, menurut dia, kaus anak-anak yang paling banyak dipasok. Sebab, menjelang pertengahan event, biasanya permintaan akan ramai, hingga berakhirnya kompetisi. “Makin mau selesai, yang beli makin ramai, soalnya mereka pada mau beli buat kenang-kenangan. Yahmurahmurah, ada yang Rp30.000- Rp50.000, tergantung ukurannya. Untungnya lumayan, itu kalau acaranya ramai. Mudah-mudahan saja, ini begitu juga nantinya” pungkasnya. 

KOMALASARI
Palembang

Popular content