• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Panwaslu : Kecurangan Masif - Pelanggaran Pilkada Capai 116 Kasus

MAKASSAR– Hingga satu hari jelang pemungutan suara, praktik kecurangan yang mewarnai Pilkada Makassar, kian gencar. Bahkan, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) mengaku jika pelanggaran yang terjadi dilakukan secara masif.

Ketua Panwaslu Makassar, Amir Ilyas mengaku, hingga tadi malam, pihaknya masih menerima laporan dugaan pelanggaran baik dari tim pemenangan kandidat maupun temuan relawan yang menyebar di 2.300 TPS. “Dugaan pelanggaran, dan kecurangan ini sangat masif. Laporan pelanggaran yang kami terima, nyaris tidak pernah berhenti,” ujarnya kepada KORAN SINDOdi Makassar, kemarin. Menurutnya, total pelanggaran yang dilaporkan dan ditemukan sudah mencapai 116 kasus.

Umumnya, pelanggaran tersebut meliputi penukaran kartu pemilih dengan uang, serta pembagian sembako. “Itu paling mendominasi dugaan pelanggaran. Tadi saja, itu ada lagi tambahan laporan dan temuan soal pembagian sembako yang diduga dilakukan tim pemenangan kandidat tertentu,” tutur Amir. Terkait tindak lanjut pelanggaran tersebut, Amir mengaku jika sebagian laporan sudah diproses. Bahkan, tidak sedikit diantaranya mengarah ke pidana. Hanya saja, saat ditanya soal rekomendasi sanksi, Amir belum bisa menyimpulkan. “Sementara kita proses.

Tapi ada juga kita mau minta klarifikasi, namun yang dipanggil justru tidak datang. Seperti soal temuan beras dan sembako,” tambah Amir. Sekadar diketahui, sebagian kandidat yang ditengarai banyak ditemukan dugaan pelanggarannya, justru terkesan saling menuding. Kubu Danny Pomanto-Syamsu Rizal (DIA), Irman Yasin Limpo-Busrah Abdullah (NOAH), Supomo Guntur- Kadir Halid (SuKa), termasuk Tamsil Linrung-Das’ad Latif, sama-sama menyerukan agar panwaslu bisa memproses dugaan pelanggaran.

“Saya imbau kepada tim pemenangan agar jangan terlena. Jaga terus posisi kita hingga hasil pemilihan keluar besok. Banyaknya kecurangan yang dilakukan kandidat lain, waspadai itu,” tegas Tim Pemenangan Pasangan SuKa, Haris Yasin Limpo, melalui rilis timnya. Haris, yang juga kakak kandung Irman Yasin Limpo itu, mengatakan, maneuver yang dilakukan kandidat lain sangat membahayakan SuKa yang diklaim berada di posisi menang.

“Jangan tinggal diam jika melihat pelanggaran di depan mata. Laporkan ke Panwaslu. Pemilihan ini hak murni rakyat, tidak untuk diperjualbelikan dengan sembako atau uang politik,” pungkas Haris. Sementara, pasangan Adil Patu-Isradi Zainal, mengaku sangat prihatin dengan munculnya berbagai temuan kecurangan terutama pemanfaatan kartu pemilih.

Manajer Program Adil-Isradi, AM Riady mengatakan, modus kecurangan seperti itu tidak akan memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. “Kita sangat prihatin dengan cara-cara seperti itu. Padahal seharusnya, Pilkada Makassar dijadikan momentum adu gagasan, dan program yang riil, seperti Adil-Isradi yang konsisten memperjuangkan listrik gratis,” tandasnya, kemarin. ●arif saleh

Popular content