• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Jaringan Narkoba di Polisi Didalami

MAKASSAR– Direktorat Narkoba Polda Sulsel mendalami adanya dugaan jaringan peredaran narkotika jenis sabu-sabu di internal kepolisian. Dugaan tersebut dikuatkan dengan penangkapan tiga oknum anggota kepolisian dalam dua bulan terakhir, yang keterlibatannya disinyalirsebagaikurirdan pemasok serbuk terlarang itu.

Kabid Humas Polda Sulsel KombesPolEndiSutendiyangdikonfirmasi mengatakan, dugaan itu tidak menutup kemungkinan terjadi. Hanya, lanjutnya, pihak penyidik Dit Narkoba Polda bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) terus mendalami. “Itu bisa saja terjadi. Yang jelas dugaan- dugaan itu masih ditelusuri penyidik,” katanya kepada KORAN SINDOkemarin.

Diketahui, Bripka SR yang juga anggota Polres Sidrap diamankan di Sudiang, Biringkanaya, Selasa (17/9) lalu, dengan kepemilikan sabu-sabu mencapai 30 gram. Kemudian pada 2 September 2013 lalu, Brigpol Anang yang tidak lain oknum anggota Direktorat Polair Polda Sulsel ditangkap di rumahnya di Blok E No 17 Aspol Batangkaluku, Kabupaten Gowa, dengan barang bukti beberapa paket sabu-sabu.

Lalu pada 6 Mei, Direktorat Narkoba Polda Sulsel menangkap oknum anggota Polres Gowa berpangkat brigadir kepala (Bripka) Rusli, setelahdidugaterlibat peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Kota Makassar. Dari penggeledahan Bripka Rusli, diamankan barang bukti berupa alat isap sabu-sabu, puluhan plastik sisa serbuk haram, korek gas, pipet, serta sendok takar. Endi menuturkan, apakah ada keterkaitan antara ketiga oknum polisi yang ditangkap atau tidak, pihaknya terusmendalami dan mengumpulkan alat bukti.

“Ada beberapa info yang tidak bisa kami sebar ke publik, jangan sampai itu mengganggu proses penyelidikan,” ujarnya saat ditemui di Mapolrestabes Makassar. Terpisah, Kepala Subdit II Ditres Narkoba Polda Sulsel AKBP Baharuddin yang coba dikonfirmasi enggan berspekulasi mengenai hal itu.

Namun, dia memastikan bahwa barang bukti sabu sekitar 30 gram dari penggeledahan Bripka SR diduga kuat berasal dari Kabupaten Sirap, sehingga, Bripka SR kemungkinan besar merupakan salah satu kaki tangan dari jaringan narkotika yang ada di Sidrap. “Kami masih kejar terus yang ada di atasnya. Pengejaran kami fokuskan di Sidrap,” katanya. ● wahyudi



Popular content