• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

JPU Kesulitan Hadirkan Saksi Korban

MAKASSAR – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar kembali menunda sidang perkara penembakan terhadap mantan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Makassar Kombes Pol Purwadi pada 6 April 2013 lalu, Brigadir Polisi Satu (Briptu) Ishak Kiranda.

Pasalnya jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Makassarkesulitanmenghadirkansaksi korban ke persidangan. JPU dari Kejari Makassar Arie Chandra mengatakan, pihaknya masih berupaya menghadirkan (mantan) Kepala Rumah Sakit Bhayangkara (Kombes Purwadi). “Saat ini dia sedang ada di Jakarta dan baru kami ketahui kalau ternyata dia sedang sekolah, sedang pendidikan. Tapi kami terus berupaya menghadirkan dia sebagai saksi korban,” kata Arie Chandra kemarin.

Diketahui, majelis hakim yang diketuai Johny Simanjuntak yang mengadili perkara ini berulangkali meminta JPU menghadirkan Kombes Purwadi sebagai saksi korban ke persidangan. Namun, JPU belum mampu dan membuat proses persidangan menjadi terhambat. Pada kasus penembakan terhadap mantan Karumkit Bhayangkara Komber Pol Purwadi, terdakwa Briptu Ishak Kiranda terancam pidana penjara hingga sembilan tahun, setelah JPU dalam dakwaannya menjerat Ishak dengan pasal berlapis.

Briptu Ishak dijerat dakwaan primer dengan pelanggaran terhadap Pasal 338, Pasal 340 juncto Pasal 53 Kitab Undang- Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Perencanaan Pembunuhan dan dakwaan pelanggaran pasal sekunder yakni pelanggaran Pasal 348, Pasal 355, Pasal 356, dan Pasal 351 tentang Penganiayaan dan Percobaan Pembunuhan. “Saksisaksi menguatkan dakwaan,” kata Arie Chandra.

Untuk menguatkan dakwaan JPU, penyidik mengajukan sejumlah barang bukti berupa satu buah senjata api jenis revolver 38 spesial taurus, tiga buah selongsong peluru, dan dua butir peluru. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Profesi dan Pengaman Polda Sulsel, Ishak melakukan penembakan terhadap Kombes Purwadi mengaku kalap karena Ishak tidak mendapatkan jawaban memuaskan terkait proyek galian yang dikerjakan pihak rumah sakit.

Berdasarkan versi kepolisian disebutkan, proyek galian rumah sakit itu dipersoalkan Ishak dengan alasan semakin mempersempit akses jalan ke kediaman tersangka yang terletak di kawasan Asrama Polisi Bhayangkara, yang letaknya tidak jauh dari Rumah Sakit Bhayangkara. Akan tetapi, tidak puas dengan jawaban korban, Ishak lantas mengambil sebuah pistol di rumahnya kemudian melakukan penembakan.

Peristiwa penembakan terjadi di ruang komite medik RS Bhayangkara Makassar sekitar pukul 15.30 Wita, 6 April 2013 lalu. Berdasarkan hasil rekonstruksi kepolisian, Ishak melakukan penembakan sebanyak empatkali, yaknitigabutirpeluruditembakkan pada korban Kombes Purwadi dan satu lagi ditembakkan pada daun pintu. Peluru tersebut mengenai bagian paha kiri dan kanan, serta bagian bahu. ● yakin achmad

Popular content