• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Galang Kesadaran Kasus Perdagangan Perempuan

Female Not Thing berupaya membangun  kesadaran generasi muda  akan kasus perdagangan perempuan  yang marak terjadi di Tanah Air.  Usaha yang dilakukan pun mendapat  apresiasi dari pihak internasional. 

Kendati masih bergerak dalam lingkungan internal  atau kampus semata, aksi yang dilakukan segelintir  mahasiswa Prof Dr Moestopo (Beragama) ini turut  membuka mata para generasi muda akan kejahatan  perdagangan perempuan dan bagaimana  kasus ini juga dapat menimpa diri sendiri maupun  keluarga tercinta. 

Berawal dari tugas mata kuliah Komunikasi  Sosial Pembangunan, sang dosen meminta para  mahasiswanya membentuk kelompok dan menggodok  suatu isu disertai jalan keluarnya. “Akhirnya  kami sepakat membuat tugas yang mengangkat  soal perdagangan manusia, mengingat persentase  kasus perdagangan perempuanyang cukup tinggi  di Indonesia,” kenang Ratih Prasasti yang didapuk  menjadi ketua kelompok. 

Bersama timnya, Ratih lalu membuat penelitian  mengenai isu perdagangan perempuan yang cukup  populer di penjuru Nusantara. Tidak hanya  mengambil permasalahan yang terjadi dan membawakannya  dalam sebuah presentasi di hadapan  kelas, mereka juga dituntut untuk membuat  semacam gerakan sosial dalam lingkungan kampus.  Dari riset yang dilakukan di lingkup internal, rupanya  kesadaran para mahasiswa kampusnya akan  masalah perdagangan perempuandiketahui cukup  tinggi. 

Ratih lalu menggagas gerakan Female Not Thing  dan melakukan aksi nyata turun ke jalan dengan  mengumpulkan tanda tangan di atas kain putih  yang terbentang sepanjang dua meter. Dengan  timnya, mahasiswa semester 7 yang mengambil  konsentrasi Jurnalistik ini juga berusaha membangun  kesadaran lebih kepada rekan-rekan mahasiswa  lain dengan mengadakan diskusi film  maupun pameran foto-foto tentang perdagangan  wanita, serta aktif di sosial media dengan akun  Twitter @femalenotthing.

“Biasanya di akun Twitter  aku share kutipan-kutipan soal perdagangan wanita,”  tutur dara berusia 21 tahun ini.  Langkah Ratih tak berhenti sampai di situ, ia  maju dalam ajang bergengsi International  Symposium on Combating Human Trafficking di  Universitas Padjadjaran pada bulan September  tahun lalu, bekerja sama dengan Monash University,  Australia. Dalam kesempatan itu, dia membuat  makalah berjudul Human Trafficking Through Social  Media.

 Penelitiannya tersebut lalu dibukukan  bersama dengan penelitian lain yang turut  dibawakan dalam simposium internasional tersebut.  Menurut Ratih, Provinsi Jawa Barat memiliki  catatan kasus perdagangan manusia yang tertinggi  di seluruh Indonesia. Tingginya kasus trafficking  tersebut dilatarbelakangi berbagai faktor. Di antaranya  Jawa Barat merupakan wilayah padat dan  subur sebagai tempat pengiriman orang ke luar  negeri atau daerah lain, serta faktor ekonomi. 

Tingginya kasus perdagangan manusia tidak terlepas  dari rendahnya tingkat pendidikan dan  ekonomi warga. Faktor-faktor itu menyebabkan  mereka mudah ditipu calo yang mengiming-imingi  kerja dengan gaji yang besar.  Berdasarkan data PBB, Indonesia memasuki peringkat  ke-2 sebagai negara yang paling banyak  terjadi perdagangan manusia. Indonesia dicap  sebagai pengirim, penampung, dan sekaligus memproduksi  aksi kejahatan ini. 

Bukan hanya wanita, anak-anak pun menjadi  korban tindak eksploitasi yang sudah berlangsung  cukup lama. Bahkan, kegiatan ilegal itu diduga  juga melibatkan jaringan internasional. Karena itu,  misi para pelaku kejahatan itu cukup aman dan  sulit untuk dideteksi petugas kepolisian. “Siapa pun  bisa menjadi korban perdagangan manusia, tanpa  melihat strata sosial. Karenanya, kita harus waspada  dan memberikan perhatian lebih pada masalah  ini,” sebut Ratih. sri noviarni

Popular content