• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Melihat Aktivitas Penghuni Panti Rehabilitasi Narkoba - Belajar Fotografi untuk Bekal Setelah Keluar Rehabilitasi

Menjalani kehidupan sementara di panti rehabilitasi untuk melepaskan diri dari ketergantungan narkoba tentu tidak semudah yang dibayangkan. Maklum, obat terlarang itu sudah mengubah perilaku dan kemampuan otak si pengguna.

Meski begitu, bukan berarti menjalani rehabilitasi dapat menghilangkan kemampuan atau kreativitas. Lihat saja apa yang dilakukan penghuni Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Insyaf, Medan. Dalam beberapa hari ke depan, para penghuni memamerkan hasil jepretan mereka di dalam panti. Suasana panti rehabilitasi kemarin memang sedikit berubah. Tiang-tiang lorong bangunan panti yang biasanya kosong melompong kini tampak ramai dengan tempelan foto.

Beberapa di antaranya merupakan hasil jepretan penghuni panti rehabilitasi itu. Karya yang dipamerkan berjumlah 42 foto, meliputi jenis-jenis foto beauty and fashion, landscape, makro, human interest, nature, arsitektur, wedding and prewedding, dan levitasi. Para mantan pecandu narkoba di panti rehabilitasi itu memang sudah sejak bulan terakhir mengikuti bimbingan keterampilan desain dan fotografi yang kemudian membentuk Komunitas Jepret.

Anggota komunitas ini berasal dari penghuni dan juga pegawai panti. Dodi Efditianur, selalu Manajer Bimbingan Keterampilan Desain Grafis & Fotografi Komunitas Insyaf mengatakan, kegiatan pameran fotografi ini bertujuan sebagai sarana persiapan bagi mantan pecandu narkoba itu untuk kembali ke masyarakat. “Harapannya agar klien dapat meningkatkan rasa percaya dirinya, bisa kembali berfungsi positif di masyarakat, dan agar masyarakat mau mengapresiasi serta siap menerima mereka kembali,” ungkap Dodi.

Hady Baskoro, salah satu anak yang menjalani rehabilitasi narkoba mengaku dari dulu dirinya memang sangat tertarik dengan dunia fotografi. Setelah keluar dari panti rehabilitasi, dia berencana membuka usaha di kampungnya lewat dunia fotografi. Seperti membuat foto praweddingyang dia yakini dapat mendatangkan rupiah. “Walaupun kemampuan saya belum seberapa, banyak yang memuji dan ada juga yang memberi masukan,” ujar Hady.

Sebelum pameran foto ini digelar, dia telah mendapatkan ilmu pengetahuan fotografi di kelas yang mendatangkan instruktur, sehingga hasil hasil jepretannya sudah memiliki nilai jurnalistik dan dapat di jual ke masyarakat. “Sebenarnya saya masih perlu belajar banyak, karena kurang banyak jam terbangnya, terutama untuk foto-foto model. Saat ini saya menyumbang enam foto untuk dipamerkan,” ucap pemuda asal Rantauparapat ini. Diketahui, PSPP merupakan panti rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan narkoba yang dikelola Kementerian Sosial.

Panti ini saat ini merehabilitasi sekitar 90 klien yang mengalami ketergantungan berat, dan yang masih dalam taraf pemakaian awal (coba-coba). Setelah seorang klien melewati fase awal rehabilitasi, dia selanjutnya memasuki fase persiapan kembali ke masyarakat atau fase resosialisasi. Pada fase inilah mereka diberikan bimbingan keterampilan, seperti fotografi. 

RHOLAND MUARY
Medan

Popular content