• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Dana Kecil, UKM Sulit Maju

Perajin keramik di Kampung Keramik Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang. Kerajinan keramik di tempat ini kian sulit berkembang karena terbatasnya infrastruktur yang menunjang kunjungan wisatawan.

MALANG– Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Malang masih sulit berkembang. Hal ini disebabkan berbagai persoalan klasik yang hingga kini belum terpecahkan seperti lemahnya permodalan, kualitas, dan kesulitan memperoleh akses pasar.

Salah satu contohnya adalah sentra kerajinan keramik di Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru. Kampung keramik yang sudah ada secara turun-temurun sulit berkembang lantaran terbatasnya fasilitas pendukung. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang Wahyu Setianto, anggaran untuk UKM setiap tahun hanya Rp300 juta.

Dengan jumlah anggaran yang relatif kecil itu, praktis dinas hanya bisa menyelenggarakan kegiatan pelatihan. Itu pun dilaksanakan bergilir antara satu UKM dengan UKM lain untuk menyiasati anggaran. Pelatihan yang selama ini diberikan antara lain metode pemasaran, pembuatan kemasan, dan menjaga kualitas kesehatan produk.

Sementara bantuan permodalan dan upaya membuka pasar dengan menggelar pameran misalnya, belum bisa optimal. Memang, dinas sedang melakukan penjakakan kerja sama dengan hotel-hotel di Kota Malang, selain mengandalkan ruang pamer UKM di Kantor Dinas Koperasi dan UKM. “Kami sangat berharap pengelola hotel memberikan ruang kecil untuk memamerkan produk UKM supaya lebih dikenal wisatawan,” tuturnya.

Jumlah UKM yang tercatat Dinas Koperasi dan UKM sekitar 700 unit. Namun di lapangan jumlahnya sekitar 63.000 unit. UKM di Kota Malang diakui telah berperan menekan pengangguran dan menjaga stabilitas ekonomi. Keberadaan UKM membuat produk domestik regional bruto (PDRB) di Kota Malang.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang. PDRB per kapita Kota Malang pada 2011 mencapai Rp43,41 juta dan meningkat menjadi Rp48,56 juta pada 2012. “Tahun ini kami akan melakukan pendataan, untuk memudahkan pembinaan,” ujar Wahyu.

Ketua Paguyuban UKM Amangtiwi Kota Malang Dwi Septariena menyatakan, para anggota paguyuban yang umumnya adalah usaha makanan jadi dalam kemasan sangat membutuhkan perhatian pemerintah.

Menurut Dwi, UKM sulit mendapat akses modal dari bank karena adanya persyaratan jaminan. Padahal, rata-rata pelaku UKM modalnya cekak dan tak punya barang berharga sebagai jaminan. “Kami butuh adanya perhatian pemerintah, utamanya penyedian modal usaha. Selain itu, kami juga butuh bantuan pembukaan jaringan pemasaran,” terangnya.

Terkait jaringan pemasaran ini, di antaranya dengan pemberian peluang memasarkan hasil usaha melalui berbagai bentuk pameran produk UMKM. Penyediaan tempat pameran ini, juga harus terjangkau.

“Selama ini adanya tempat pameran yang biayanya terlalu mahal, sehingga kami sulit menjangkaunya,” tegasnya. yuswantoro

Popular content