• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Menikmati Harmoni Alam lewat Lukisan

Keindahan panorama selalu menarik dijelajahi. Beragam cara menikmati alam yang elok, salah satunya melalui sapuan kuas di atas kanvas.

Hal ini pula yang dilakukan pelukis senior Jusuf Hasim. Dia dikenal dengan kekhasan lukisan bambu dan mendapatkan inspirasi dari alam. Di usia senja, dia masih sempat menggelar pameran tunggal bertajuk “Harmoni Alam” di Grand Candi Hotel, 31 Oktober–3 November. Pameran tunggal dengan puluhan karya ini sebagai bukti eksistensi pelukis senior tersebut. Sayangnya, Jusuf tidak berkesempatan hadir mengingat kondisi kesehatan yang menurun.

Namun, ke-70 karya yang dipamerkan mampu menghantarkan para pencinta seni lukis menikmati tempat- tempat mengagumkan yang ada di dunia, terutama Bali. Berbagai aktivitas seni budaya Bali dan pemandangan asri Pulau Dewata dilukiskan tampak eksotis dan indah. Misalkan, lukisan berjudul “Upacara di Pura” yang dibuat pada 1997. Lukisan itu menggambarkan kegiatan penduduk yang berbondong-bondong menuju Pura untuk beribadah. Eksotisme Bali dengan keindahan alam dan kearifan lokal masyarakat dilukiskan secara detail.

Salah satu karya masterpieceJusuf berjudul “Damar Kurung” dibuat tahun 2013. Degradasi warna yang memikat menunjukkan kepiawaian pelukis menerjemahkan keindahan alam menjadi karya seni bernilai tinggi. Jusuf berhasil merekam utuh suasana pedesaan Bali yang kental dengan aktivitas keagamaan dan budaya dalam satu frame. Lukisannya “Bamboo Village” meneguhkan Jusuf yang dikenal sebagai pelukis khas bambu. Dalam “Bamboo Village”, tergambar secara detail tentang tanaman ini.

Ruas-ruas bambu seolah ‘hidup’ untuk melukiskan pedesaan dan hutan tenang dengan pohon bambu rindang. Pelukis ini menggunakan spon untuk menghasilkan detail karya. Jusuf juga tak jarang menggunakan cat minyak rembrandt. Misalnya dalam melukiskan keindahan bunga bugenvile dalam “Bougenville” (2013) dan “Keukenhoff” (2013). Tema “Harmoni Alam” sengaja dipilih agar manusia menjadi sahabat yang baik bagi alam. ”Niscaya alam akan memberi yang lebih untuk manusia,” ucap penyelenggara pameran Richard Lie kemarin. Richard merupakan salah satu kolektor yang sangat menggandrungi karya Jusuf Hasim.

“Saat melihat lukisan Jusuf Hasim, seolah-olah berada di tempat tersebut untuk merasakan ketenangan dan kenyamanan,” ujarnya. Public Relations Officer Grand Candi Hotel Anastasia Yucke Novitasari menambahkan, pameran tunggal dari pelukis kenamaan Tanah Air selaras dengan hotel yang berkonsep galeri. “Hotel mengakomodasi seniman untuk memamerkan karya hasil seni,” ujarnya.

HENDRATI HAPSARI
Kota Semarang

Popular content