• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Penyaluran Kredit Perbankan Syariah Menurun

SURABAYA- Penyaluran kredit oleh perbankan syariah di Jatim menunjukkan tren penurunan. Hingga Agustus 2013, jumlah pembiayaan perbankan berbasis ajaran Islam ini mencapai Rp13,74 triliun atau tumbuh 32,61% dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Pertumbuhan 32,61% tersebut lebih rendah dibanding tahun 2012 yang sebesar 35,63%. Catatan pertumbuhan di 2012 ini juga lebih rendah jika dibanding 2011 yang pertumbuhannya mencapai 72,06%. Untuk kualitas kredit per Agustus 2013 cukup terjaga (non performing financing/ NPF) sebesar 2,03%. Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami penurunan.

Pada 2011, dana dari masyarakat ini tumbuh 61,78%. Lalu pada 2012 turun menjadi 35,35% dan per Agustus 2013 hanya tercatat 30,51%. DPK sendiri pada periode ini sebesar Rp13,8 triliun. Sedangkan untuk aset mencapai Rp19,18 triliun atau tumbuh 41,49%, turun dibanding 2012 yang tumbuh 42,21%. Capaian 2012 ini juga turun juga dibanding 2011 yang tumbuh sebesar 53,87%.

“Mengacu pada pertumbuhan ekonomi Jatim yang selalu di atas pertumbuhan nasional, serta kultur sosial budaya masyarakat yang masih mengedepankan nilai syariah, kami terdapat potensi yang besar untuk pengembangan perbankan syariah di Jatim,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Wilayah IV Jatim, Bambang Widjanarko.

Bambang menyatakan, pangsa aset perbankan syariah Jatim terhadap nasional menunjukkan tren peningkatan selama tiga tahun terakhir ini. Dari 6,55% di pada 2010 menjadi 7,54% di Agustus 2013. Sementara itu, DPK tumbuh 30,51% atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan total aset dan pembiayaan. Menurut dia, hal ini menjadi tantangan bagi perbankan syariah di Jatim untuk terus me-lakukan upaya peningkatan DPK.

“Dibanding dengan perkembangan perbankan syariah di beberapa provinsi utama di Indonesia, BUS (Bank Umum Syariah) dan UUS (Unit Usaha Syariah) di Jatim pada periode 2011 hingga Agustus 2013 selalu menempati urutan ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sedangkan BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah) di Jatim selalu menempati urutan kedua setelah Jawa Barat,” urainya.

Ekonom syariah dari Universitas Airlangga (Unair) Dr Suroso Imam Jazuli mengatakan, sistem perbankan syariah kini sudah mulai diminati banyak negara. Menariknya, negara-negara yang tertarik dengan sistem ini bukan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Sebut saja Singapura dan Jerman. Ketertarikan penduduk negara-negara itu dikarenakan perbankan syariah dinilai menguntungkan. lukman hakim

Popular content