• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Ajak Anak-Anak Ikut Memadamkan Api

Hari belum begitu siang kemarin. Di bawah rindang pepohonan yang berada di depan Kantor Dinas Kebakaran Kota Semarang, puluhan siswa-siswa TK Islam Terpadu Al-Muhajirin Genuk berbaris rapi mendengarkan patah demi patah kata dari instruktur petugas pemadam kebakaran.

Tidak lama kemudian, suara sirene mobil pemadam kebakaran (damkar) meraungraung dari arah belakang gedung menuju samping barisan anakanak itu. Lantas, anak-anak itu disuruh oleh instruktur untuk naik di atas mobil damkar. Dengan aneka air muka keceriaan, anak-anak itu berlari memanjat menaiki mobil yang berisi tangki air tersebut. Menggunakan dua mobil damkar, sebanyak 97 siswa TK itu ikut berpatroli menyusuri Jalan Madukoro.

Selepas menaiki mobil damkar itu, anakanak juga dilatih memadamkan api, baik dengan menggunakan ember maupun di halaman kantor tersebut. “Sebelum melakukan praktik, mereka juga kami beri teori tentang bahaya-bahaya kebakaran. Mereka juga kami kenalkan alat-alat pemadam kebakaran,” papar Kasi Bidang Bimbingan dan Penyuluhan Dinas Kebakaran Kota Semarang Kus Tri Wandono di sela-sela memberikan penyuluhan kepada puluhan siswa TK itu.

Menurut Kus, pengenalan terhadap pemadaman kebakaran perlu diajarkan sejak dini para siswa. Sebab, di rumah terkadang mereka juga bermain- main dengan api tanpa mengetahui risikonya. Padahal bermain api secara sembarangan juga dapat menimbulkan kebakaran. “Dengan diberi pemahaman sejak dini, paling tidak secara sederhana mereka bisa merespons ketika ada kebakaran, baik nanti bisa memadamkan sendiri atau melapor orang terdekat,” ungkapnya.

Dengan mengetahui cara memadamkan api maupun risiko terjadinya, anak-anak tidak akan bermain api di sembarang tempat. Diketahui, Kota Semarang ini merupakan daerah yang kasus kebakarannya tergolong tinggi. “Setiap pekan hampir pasti terjadi kebakaran,” ujarnya.

Salah satu guru TK Islam Terpadu Al-Muhajirin Dewi Nur Maulida menuturkan, dia sengaja mengajak anak-anak didiknya ke Kantor Dinas Kebakaran untuk mengenal peralatan pemadaman kebakaran sekaligus tugas-tugas profesi sebagai pemadam. “Dengan melakukan berbagai praktik pemadaman, sangat banyak bermanfaat bagi anak-anak karena mereka jadi lebih tahu bagaimana memadamkan api,” ucapnya.

Program kunjungan lapangan itu merupakan bagian dari cara mendidik siswa TK tersebut. Dengan belajar secara praktik, fisik motorik anak-anak akan terasah karena mereka belajar dengan cara merasakan langsung.

“Ini sangat penting untuk pengembangan pendidikan anakanak,” kata Dewi. Harapannya, bila nanti di rumah masing-masing ada kebakaran, mereka bisa membantu memadamkannya walaupun dengan cara yang sederhana. AMIN FAUZI Kota Semarang

Popular content