• Badai Petir

    Jakarta

    Badai Petir
    32 °C

  • Badai Petir

    Bandung

    Badai Petir
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Yogyakarta

    Mendung Sebagian
    29 °C

  • Mendung Sebagian

    Surabaya

    Mendung Sebagian
    33 °C

  • Mendung Sebagian

    Makassar

    Mendung Sebagian
    35 °C

  • Badai Petir

    Padang

    Badai Petir
    29 °C

Sel Induk untuk Pengobatan Pribadi

Sel STAP terlihat dalam foto yang dirilis Riken Center for Developmental Biologi pada Selasa (28/1). Ilmuwan berhasil melakukan gebrakan dalam pemanfaatan sel induk untuk pengobatan di masa depan.

Penelitian tentang kegunaan dan penggunaan stem cell (sel induk) dalam dunia pengobatan terus berkembang. Penelitian terakhir yang dilakukan ilmuwan Jepang menunjukkan bahwa sel induk sekarang bisa dibuat dengan cepat dengan meneteskan sel darah ke larutan asam. Harapannya, penemuan ini akan berkembang menjadi gebrakan pengobatan pribadi dengan menggunakan sel pasien sendiri.

Penelitian ini menggunakan tikus dengan mengubah kembali sel dewasa menjadi sel dengan status mirip embrio yang membuatnya bisa membangkitkan berbagai tipe jaringan. Riset yang disebut “pengubah permainan” oleh para pakar ini mengindikasikan bahwa di masa depan, sel ini bisa diprogram ulang dengan teknik yang sama, dengan menawarkan cara yang lebih mudah dalam mengganti sel yang rusak atau menumbuhkan organ baru bagi orang yang sakit atau terluka.

Tubuh manusia sejatinya terbentuk dari sel-sel tentu dengan peran tertentu, seperti sel saraf, sel hati, atau sel otot. Sementara, sel-sel induk memang dapat berubah menjadi jaringan apa pun, dan karena itulah mereka menjadi tokoh utama dalam penelitian kedokteran untuk regenerasi tubuh. Penelitian yang dipublikasikan di Nature Journal ini mengungkapkan, mengejutkan sel induk dengan asam juga bisa memicu perubahan ke dalam sel induk—yang kemudian disebut sel STAP (pluripotent akuisisi yang dipicu rangsangan).

“Sungguh menarik mengirangira kemungkinan baru yang bisa ditawarkan penemuan ini kepada kami, tidak hanya untuk pengobatan regeneratif, tapi juga untuk kanker,” papar Haruko Obokata, salah seorang peneliti sel induk dari Riken Centre for Developmental Biology di Jepang, seperti dikutip BBC. Penemuan ini memberikan cara yang mudah, murah dan cepat dalam membangkitkan sel pluripotent–yang bisa berkembang menjadi beragam jenis sel–menjadi sel dewasa.

“Kalau ini berhasil dilakukan pada manusia, maka ini akan menjadi pengubah permainan yang pada akhirnya menciptakan beragam terapi sel dengan menggunakan sel pasien itu sendiri sebagai material awal–era pengobatan pribadi pada akhirnya tiba,” tutur Chris Mason, seorang dosen kedokteran regeneratif di University College London, seperti dikutip Reuters. Mason menambahkan, teknologi ini kemungkinan lebih aman daripada teknologi lain yang juga melibatkan pemrograman ulang sel. Cara ini misalnya bisa dipakaikan pada degenerasi macularkarena usia.

Gangguan ini menyebabkan hilangnya penglihatan dan pada terapi yang ada saat ini butuh waktu 10 bulan untuk pengobatan dari mengambil sampel kulit pasien untuk kemudian diinjeksikan ke mata mereka. Terapi ini memakan biaya besar. Menurut Mason, dengan teknologi baru itu, pasien tidak harus membutuhkan waktu panjang untuk pengobatan, ini artinya bisa menghemat biaya, apalagi komponennya pun lebih murah. Dalam penelitian itu, para ilmuwan mengambil sampel kulit dan sel darah dan membiarkan mereka berkembang biak. Lalu, mereka membuatnya berada dalam situasi stres hingga nyaris berada di titik kematian.

Para ilmuwan memang sengaja membuat mereka terekspos terhadap sejumlah peristiwa, termasuk trauma, level oksigen rendah dan lingkungan asam. Salah satu situasi menekan ini adalah membenamkan selsel itu dalam larutan asam lemah selama 30 menit. Beberapa hari kemudian, para ilmuwan menemukan bahwa sel itu tidak hanya selamat tapi juga memulihkan diri dengan kembali ke status yang sama dengan sel induk embrionik.

Sel-sel induk–yang disebut STAP–kemudian mampu membedakan diri dan menjadi sel dewasa lalu menjadi berbagai jenis sel dan jaringan, tergantung pada lingkungan tempat mereka diletakkan. Untuk menunjukkan potensi sel, ilmuwan menyuntikkan sel ke dalam embrio tikus dan memperlihatkan bahwa mereka tumbuh menjadi jaringan organ di seluruh tubuh hewan. Obokata mengungkapkan , dalam penelitian tersebut, timnya telah menciptakan beberapa lusin tikus yang sejauh ini tampak sehat, subur dan normal.

Temuan ini pun dianggap luar biasa oleh Prof Robin Lovell Bagde dari Medical Research Council dan Dr Dusko Ilic di Kings College London. “Ini merupakan penemuan ilmiah besar yang akan membuka era baru dalam biologi sel induk,” ujar Dr Ilic. ● wenny juanita

Popular content