PANASONIC GLOBAL AWARDS 2014-Kompetisi Semakin Ketat

Ajang penghargaan bagi insan pertelevisian Panasonic Global Awards(PGA) 2014mengalami perubahan. Kompetisi akan semakin ketat.

Untuk menjaga kualitas dan independensi, pada tahun ke-17 ini pihak penyelenggara mengurangi 15 kategori yang ada. Dari 32 kategori menjadi 22 kategori. Ketua Panitia Panasonic Gobel Awards 2014 Rinaldi Sjarif mengatakan, supaya acara penghargaan Panasonic setiap tahun menjadi ajang yang ditunggu, pihaknya selalu melakukan perbaikan di berbagai sisi.

”Ajang ini bukan sematamata bagi-bagi piala, juga mereka berkompetisi dengan ketat. Seperti tahun ini kami mengurangi kategori. Jadi, persaingannya semakin ketat. Kami harapkan akan lebih kompetitif dan sulit untuk bisa mendapatkan penghargaan ini,” kata Rinaldi dalam jumpa pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (19/3). Layaknya tahun-tahun sebelumnya, PGAke-17 bekerja sama dengan AGB Nielsen sebagai badan riset independen untuk menentukan kategori program televisi terpopuler dengan sistem rating, serta melaksanakan survei melalui telepon.

“Ajang PGAke-17 juga kembali bekerja sama dengan BDO Tanubrata sebagai tabulator independen yang akan menghitung hasil akhir pengumpulan suara masyarakat dengan mekanisme 1 ID 1 Vote dalam 1 kategori,” ujar Rinaldi. PGAke-17 akan digelar di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (5/4), dengan tema “Berani Berekspresi”. Sebanyak 22 kategori yang ada ini dibagi dalam dua segmen, yakni program dan individu terfavorit.

Associate Director Marketing and Sales PT Nielsen Audience Measurement Mochamad Ardiansyah mengatakan, penentuan kategori dan nominasi PGAdilakukan melalui riset untuk menentukan program TV dengan rating tertinggi, melalui pengumpulan data ratingberkala. ”Kami juga melakukan survei melalui telepon kepada 1.300 responden di 10 kota besar untuk kategori individu guna mendapatkan data nominasi individu yang menjadi topof- mindpilihan masyarakat,” kata Ardiansyah.

Tim verifikasi terdiri atas perwakilan insan pertelevisian, perwakilan televisi, rumah produksi, presenter, aktor dan aktris. Istimewanya, untuk tahun ini panitia PGAmembentuk tim verifikasi yang terdiri atas perwakilan stasiun TV, production house, presenter, serta beberapa di antaranya aktor muda berbakat, seperti Teuki Wisnu, Naysial Mirdad, Laudya Chintya Bella, Dinda Kanya Dewi, dan Irfan Hakim.

Artis Teuku Wisnu mengatakan, tahun ini mendapat kepercayaan menjadi tim verifikasi sebagai pelaku seni. Dia pun semakin tahu proses penilaian ajang bagi insan pertelevisian di Indonesia ini berjalan fairdalam menentukan siapa pemenangnya karena pemenang dipilih penonton lewat jalur polling. Sementara, Laudya Chintya Bella mengaku ajang PGAjadi inspirasi untuk semangat membuat karya.

Dia menilai banyak artis bertalenta dan untuk mendapatkan penghargaan itu tidak mudah. Hanya dengan berkarya sebaik mungkin, maka akan mendapat apresiasi dari masyarakat. “Semoga siapa pun yang dapat piala ini maupun yang tidak, tetap bisa membuat kami pelaku seni untuk semakin terpacu memberikan karya dan talenta demi melahirkan karya terbaik kepada masyarakat,” harapnya. ● thomasmanggalla

Popular content